Rela Tak Mandi, Asal Kebutuhan Ternak Terpenuhi

0
air-bersih-bantuan
BAK PENAMPUNGAN: Air bersih bantuan Rescue Ampel langsung dimasukkan ke bak penampungan milik warga Dukuh Sidomulyo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Cepogo, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

 

*Kampung Minim Air Bersih

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Di musim kemarau, air menjadi barang mewah di Dukuh Sidomulyo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Cepogo. Merekapun harus pandai berhemat karena air sangat terbatas.

Bahkan, mereka rela tidak mandi asalkan kebutuhan air untuk ternak sapi terpenuhi. Pasalnya, sudah dua bulan ini, mereka kesulitan mendapat air bersih. Air dari sumber di lereng Merbabu sudah tak keluar lagi.

“Kalaupun keluar airnya, debitnya sangat kecil,” ujar Martuju (50) salah satu warga.

Air dari sumber tersebut dialirkan dengan menggunakan sambungan pipa paralon. Namun, minimnya debit air, jelas tidak mampu memenuhi kebutuhan warga. Seringkali, warga harus begadang menunggu aliran air.

Wargapun harus rela membeli air dalam tangki untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau tak punya uang, terpaksa berjalan jauh mencari air ke desa tetangga desa. Karena itu, mereka harus ebrhemat menggunakan air.

“Bahkan air yang telah digunakan, sayang jika langsung dibuang begitu saja. Air bekas untuk mandi masih dipakai lagi untuk menyirami tanaman.”

Ketua Rt 2, Rw 5, Dukuh Sidomulyo, Joko Susanto mengakui, tidak semua warga mampu membeli air bersih dari tangki seharga Rp 160.000- Rp 180.000/ tangki. Apalagi, mayoritas warga dari golongan tidak ammpu.

“Alternatifnya, ya mencari airke  dukuh atau desa tetangga. Harus rela berjalan cukup jauh.”  

Sehingga, pihaknya pun sangat senang jika mendapatkan bantuan air bersih. Salah satunya bantuan air bersih dari Ampel Rescue, Minggu (4/8). Warga pun langsung mengelurkan ember, tong hingga panic besar untuk menampung air bantuan.

Bantuan air bersih

“Kami mengucapkan terima kasih ata sbantuan bantuan air bersih ini.”

Pembina Ampel Recue Harnowo, mengaku prihatin atas kekurangan air bersih yang dialami warga. Untuk membatu dan meringankan beban warga, pihaknya memberikan bantuan air bersih puluhan truk tangki.

“Ada 60 tangki air bersih yang kami distribusikan ke warga yang membutuhkan. Pemberian bantuan air ini tak lepas dari peran para relawan dan donatur.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo menjelaskan, pihak telah mengirim puluhan tangki air bersih ke kecamatan yang mengalami dampak kekeringan. Diantaranya, Kecamatan Wonosegoro, Wonosamodro, Juwangi, Musuk dan Selo. (Joko Murdowo)

Editor : Hartanto Gondes

Tinggalkan Pesan