Terungkap Misteri Temuan Batu-batu di Bawah Jaringan Rel Solo Yogyakarta

Batu-Temuan-dari-Situs-Candi-Gupolo
BLOK CANDI: Sisa batu blok candi diamankan petugas PT KAI di rel jembatan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan pekan lalu. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.comRatusan batu blok dinding candi yang ditemukan di bawah jaringan rel kereta api di Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan diduga kuat berasal dari situs Candi Gupolo. Situs itu berada di selatan rel kereta api.

Kepala Unit Candi Sewu Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPBC) Jateng, Deny Wachju Hidayat mengatakan dugaan sementara berasal dari situs Candi Gupolo.

” Letaknya memang tidak jauh dari rel kereta api,” ungkapnya, Minggu (4/8).

Menurutnya atas temuan itu sementara 344 blok batu candi itu diamankan di kompleks Candi Sewu. Pengamanan itu sambil menunggu kajian dari tim ahli BPCB atau bisa juga Balai Arkeologi Yogyakarta. Balai selama ini belum pernah mendata situs Candi Gupolo secara detail.

Namun jika melihat temuan batu yang jumlahnya banyak dapat diperkirakan di lokasi pernah ada bangunan. Bisa berwujud candi, mandapa atau bangunan cagar budaya lainnya. Banyaknya temuan situs di Kabupaten Klaten dan sekitarnya menunjukkan di jaman dulu nenek moyang bangsa Indonesia sudah maju dan memiliki kearifan lokal. Rabiman, warga Dusun Glonggong, Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan mengatakan setelah temuan itu tidak ada lagi tambahan temuan lanjutan. Sebab proyek rehab gorong-gorong hanya di sisi utara yang besar dan membongkar dnding talud yang ternyata batu candi.

Untuk sisi selatan tidak dibongkar sebab hanya saluran kecil. Padahal menurutnya kemungkinan masih banyak ditemukan mengingat ada tiga baris susunan tatanan batu itu. ” Mungkin masih banyak lagi tetapi jika diambil semua khawatir rel akan terdampak,” kata mantan pegawai BPCB di bagian pemugaran itu.

Rumah Penduduk

Menurut Rabiman, blok batu itu diyakini bukan dari Candi Prambanan, Sewu, Plaosan, Sojiwan atau lainnya. Namun merupakan bagian dari Candi Gupolo. Situs candi itu berada persis di selatan rel yang diatasnya sudah berdiri rumah-rumah penduduk.

Di masa lalu di lahan warga itu ditemukan pondasi candi. Bahkan pernah ditemukan acra Gupala atau Dwarapala memegang gada berukuran besar. Arca itu sekitar tahun 1960-an diangkut ke Museum di Solo dengan kereta api.

Di jembatan kereta api sisi timur, tahun 2018 pernah ditemukan 500 blok batu candi serupa di bawah rel. Bahkan saat penggalian pipa PT Pertamina tahun 1990-an dengan alat berat sempat mengeruk batu-batu candi di Gupolo dengan jumlah banyak dan ditimbun lagi. Dirinya saat itu hendak menyelamatkan tetapi tidak mungkin sebab jumlahnya banyak dan aturan belum seperti saat ini.

Sebelumnya diberitakan, ratusan blok batu dinding candi ditemukan di proyek rehab saluran di bawah jembatan rel Desa Kotesan. Batu dibawa ke BPCB Jateng untuk diteliti. (SM/30/7). Rabiman meyakini, bangunan di situs Gupolo merupakan candi sebab temuan di rel sisi timur selain ada blok batu juga ditemukan Cungkup maupun batu bertakik dudukan batu candi lain. Rel kereta api sendiri sudah dibangun sejak zaman Belanda sehingga tidak diketahui pasti jumlah batu di bawahnya. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here