Bangun Piramida Setinggi 4 Meter, Warga Lereng Merbabu Manfaatkan Sampah Botol Plastik

Piramida Piramida-dari-Sampah-Botol-Plastikdari Sampah Botol Plastik
KOMPAK: Warga Dukuh Dukuh Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo kompak bergotong royong membangun piramida dari botol plastik. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

 

*Sambut HUT RI  ke-74 tahun 2019

BOYOLALI,uaramerdekasolo.comMomen HUT Kemerdekaan RI dimanfaatkan warga Dukuh Dukuh Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng untuk memperingatkan bahaya sampah plastik. Untuk itu, mereka membuat piramida setinggi 4 meter menggunakan sampah plastik.

Piramida yang dibuat warga di lereng Gunung Merbabu sekaligus penghias dukuh dan lingkungan tempat tinggalnya. Bahan yang digunakan dari sampah plastik, khususnya botol air mineral bekas. Bangunan piramida berada di jalan masuk dukuh.

“Kami menghabiskan sekitar 12.000 botol untuk membuat piramida, itu pun belum sempurna,” kata Tarno, Ketua Kelompok Pecintan Alam (KPA), Rajawali, Dukuh Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Senin (5/8).

Ditemui wartawan disela kegiatan kerja bakti, dia mengungkapkan, piramida tersebut berbentuk segitiga sama kaki. Panjang 12 meter dan tinggi 4 meter. Dibangun di tikungan perempatan Dukuh Surodadi, di jalan Gebyok – Jeruk, Selo.

Adapun cara pembuatannya sebenarnya sederhana. Botol-botol air mineral ukuran 1,5 liter itu terlebih dulu dirangkai menggunakan kawat blendrat yang biasa digunakan untuk merangkai besi cor beton.

Rangkaian botol lalu ditempelkan pada rangka piramida yang dibuat dari bambu. Di puncak piramida, ditancapkan bendera merah putih. Begitu pula di salah satu sisinya, juga dipasang bendera merah putih panjang.

Di bagian depan piramida, terdapat tulisan DK. Surodadi yang juga terbuat dari botol bekas. Dilihat botol tersebut memiliki warna. Namun untuk pewarnaan ini, warga tidak menggunakan cat. Tetapi juga menggunakan sampah plastik yang dimasukkan ke dalam botol-botol tersebut.

“Warna tersebut juga menggunakan sampah plastik.”

Sampa pendaki gunung 

Dijelaskan, sampah plastik bahan pembuatan piramida diambil dari lingkungan sekitar. Selain dari limbah rumah tangga, juga dari sampah Gunung Merbabu. Yaitu botol air mineral dari pada pendaki Gunung Merbabu yang naik turun dari jalur Selo.

“Kami sengaja menggunakan sampah karena ingin mengurangi sampah di kawasan lingkungan sekitar, termasuk lingkungan Taman Nasional Gunung Merbabu.”

Kebetulan, Dukuh Surodadi dekat dengan base camp dan pintu pendakian Gunung Merbabu melalui Selo. KPA Rajawali dan warga setempat, juga cukup aktif dalam kegiatan di Taman Nasional Gunung Merbabu.

“Botol untuk membuat piramida dikumpulkan selama satu bulan. Pengerjaan piramida juga sekitar satu bulan ini.”

Diungkapkan, sampah di Merbabu, khususnya botol sangat banyak. Apalagi di musim-musim liburan. Selama ini, pengelolaan sampah plastik hanya dibakar saja. Namun, kini warga akhirnya memanfaatkan sampah plastik tersebut untuk mempercantik dukuh menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Seorang pengunjung Merbabu, Yana (31) asal Solo mengaku senang melihat bangunan piramida dari sampah botol air mineral tersebut. “Mudah- mudahan ini bisa membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here