Bisa Ditiru, Cara RSKI Semangati dan Sembuhkan Pasien Stroke

0
gathering-clas-stroke-rski2
Dr Sondang Rexano AK SpKFR menyampaikan paparan dalam acara gathering class stroke yang digelar di Orient Restaurant Solo, Sabtu (3/8). (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

 

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pasien penyakit stroke bakal memiliki peluang disembuhkan lebih cepat, bahkan hidup lebih besar bila kerja sama ini diterapkan.
Sayangnya, berdasarkan pengalaman empiris di lapangan, tak banyak penderita penyakit mematikan ini memperhatikan hal ini. Bahkan, cenderung jaringan kerja sama ini tidak dihiraukan dan dianggap malah menyulitkan.

Apa kerja sama yang dimaksud ini ? Lalu seberapa vital kerja sama ini bagi para pasien penyakit stroke ?

Dr Sondang dari Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI) Surakarta dalam sebuah acara gathering class stroke di Solo beberapa waktu lalu membeberkan secara panjang lebar rahasia kerja sama ini. Di hadapan 50-an orang penderita stroke dari Solo Raya, Dr Sondang pun menyampaikan agar aktivitas networking ini bisa diterapkan secara konsisten.

Dr Sondang menjelaskan, penderita stroke baik yang baru saja diderita atau sudah menahun sebenarnya hanya butuh kesabaran, kedisplinan dan ketekunan dalam proses penyembuhan penyakitnya tersebut.
Salah satu syarat yang sederhana dan dimiliki penderita stroke, yakni Dr Sondang memberikan dorongan kepada pasien stroke agar menjadi pasien yang menyenangkan. Pasien yang tidak menyusahkan, atau menyulitkan keluarga atau pendamping.

“Kesembuhan penderita stroke bisa lebih cepat bila keluarga terus mendukung, membantu dan menjaga hingga proses pengobatan dan terapi selesai. Tetapi saya menyarankan kepada penderita stroke menjadi pasien yang menyenangkan dan mau membuka diri baik kepada keluarga, dokter, dan terapis.”

“Rumah sakit, dokter, terapis dan obat siap tersedia, bahkan ada yang 24 jam. Penderita stroke juga pastinya membutuhkan pertolongan. Nah peran keluarga atau pendamping ini yang cukup vital sehingga penderita stroke harus mudah bekerja sama dengan mereka dalam proses penyembuhan penyakit. Dan pastinya tidak menyulitkan mereka,” ungkap Dr Sondang.

Dokter yang berpraktik di RSKI ini menegaskan kerja sama yang baik antara pasien, pihak keluarga, rumah sakit, dokter atau terapis ini merupakan kunci dari penyembuhan sang pasien. Menurutnya, pengakuan sejumlah penderita stroke yang sembuh total ini selalu mengatakan peran keluarga/pendamping sangat besar.
Dr Sondang pun meminta keluarga atau pasien memberikan kesaksiannya.

Seperti kesaksian Joko Purnomo, pendamping istrinya Sri Harsini. Joko mengaku, peran serta dokter terapis dan keluarga sangat vital dalam proses penyembuhan penderita stroke.

Ikuti anjuran dokter

Setelah mengikuti petunjuk dokter dan terapis, lalu petunjuk itu dilaksanakan, obat diminum dan latihan yang dianjurkan dokter, istrinya sudah sembuh bisa berjualan lagi. Walaupun aktivitas berdagang ini tidak seperti sebelum sakit.

“Empat tahun lalu saat menderita stroke ada tangan istri saya yang tidak bisa digerakkan dan mulut tidak bisa berbicara lho. Alhamdulillah sekarang normal kembali, “kata warga Karangasem, Laweyan, Solo ini.

Kesaksian yang sama disampaikan pasien yang satu ini. Penderita stroke dari Wonogiri ini mengaku, waktu itu mendapatkan tugas banyak dari dokter.

“Dikasih PR-PR dari dokter, lalu saya lakukan dan akhirnya bisa. Itu juga berkat peran suami,” ungkap Dina Wahyu (46) pasien stroke asal Jalan Jendral sudirman 105 wonogiri.
Dina mengaku menderita stroke pada Februri 2019, bulan ketiga lalu ke Dokter Sondang untuk menjalankan pengobatan. Dan memasuki bulan ke tujuh, sekarang ini bisa menggerakan beberapa bagian tubuh yang dulu sama sekali tidak bisa digerakkan. (Budi Santoso)

Editor :Nindya Achmadi

 

Tinggalkan Pesan