Dilombakan, Video Ajak Kurban Ramah Lingkungan

Lomba-Video-Ajak-Kurban-Ramah-Lingkungan
RAPAT KOORDINASI : Para pegiat lingkungan menggelar rapat persiapan lomba kurban ramah lingkungan di DLHK Klaten, Senin (5/8).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pembuangan limbah jerohan hewan kurban ke sungai cukup memprihatinkan, karena mencemari sungai. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten bersama aktivis Sekolah Sungai Klaten menggagas lomba video kurban ramah lingkungan.

Lomba tersebut melibatkan Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama Klaten, komunitas peduli sungai dan elemen lainnya. Mereka menggelar rapat koordinasi di kantor DLHK Klaten, Senin (5/8) dengan dipimpin Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLHK, Dwi Maryono.

‘’Nantinya, kelompok masyarakat bisa menyetorkan video pendek kepada panitia untuk diunggah di media sosial. Video menggambarkan pelaksanaan kurban mulai awal hingga pengemasan daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat,’’ kata Dwi Maryono usai memimpin rapat.

Video meceritakan bagaimana proses menempatkan hewan kurban, bagaimana proses penyembelihan, pemotongan daging, pembersihan jerohan sampai pengemasan daging untuk dibagikan kepada masyarakat. Semua proses harus sesuai syariat dan ramah lingkungan.

‘’Lomba ini diselenggarakan untuk mengurangi pencemaran sungai karena digunakan untuk mencuci jerohan. Sebaiknya, kotoran jerohan tidak dibuang ke sungai. Begitu juga pengemasan daging kurban sebaiknya tidak menggunakan plastik, tapi memakai bahan ramah lingkungan seperti besek atau daun,’’ ujar Aktifis SSK, Arif Fuad Hidayah.

Dalam lomba tersebut, penitia tidak menuntut video yang bagus dan profesional, cukup video yang biasa namun bisa menggambarkan proses selama kurban. Panitia sedang menyiapkan akun media sosial khusus untuk mengunggah video-video tersebut agar bisa dinilai. Tim penilai terdiri atas empat unsur, yakni dari MUI, Kemenag, perwakilan relawan dan perwakilan media.

‘’Penyembelihan hewan kurban itu harus memenuhi beberapa syarat, mulai dari menidurkan atau menempatan hewan sebelum disembelih, memilih tempat yang dipisau dan pisau yang digunakan harus benar-benar tajam, agar hewan tidak tersiksa,’’ kata Murtadlo Purnomo dari MUI.

Dia sangat mendukung kegiatan tersebut, karena akan mengajak semua panitia kurban untuk memperhatikan cara menyembelih yang benar dan peduli lingkungan. Dalam waktu dekat, informasi syarat dan ketentuan lomba akan disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai media.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here