Solar dan Pertalite Dominasi Penjualan SPBU Di Sragen

Solar-Pertalite-Dominasi-Penjualan-SPBU-Sragen
LAYANI PEMBELIAN BBM: Petugas SPBU Nglangon melayani para pembeli BBM yang datang di SPBU milik Pemkab Sragen, dan merupakan salah satu terbesar dan terlengkap di Sragen.(suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Solar dan pertalite masih mendominasi penjualan bahan bakar minyak (BBM), yang ada di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), milik Perusda SPBU dan Bengkel Terpadu Pemkab Sragen. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusda SPBU dan Bengkel Terpadu Sragen Supriyadi mengatakan, musim kemarau juga membawa pengaruh kenaikan penjualan bahan bakar khususnya solar.

“Di SPBU Nglangon dan SPBU Pilangsari, penjualan solar mengalami kenaikan rata-rata 20 persen. Sementara di SPBU Tangen tidak menjual solar, didominasi pembelian pertalite, ” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusda SPBU dan Bengkel Terpadu Sragen Supriyadi tatkala ditemui.

Pria yang akrab dipanggil Supri ini mengatakan, SPBU Nglangon, yang merupakan salah satu SPBU terbesar dan paling lengkap jenis bahan bakarnya di Sragen, penjualan solar dan pertalite dalam sehari saja bisa mencapai 15-20 ton.

Penjualan itu berasal dari truk-truk kendaraan besar dan juga untuk keperluan pertanian. Sementara total produk untuk semua jenis bahan bakar dalam sehari bisa mencapai 45 ton. Sementara di SPBU Pilangsari, penjualan seluruh produk mencapai 22-25 ton, solar mendominasi penjualan, yang mencapai 9-10 ton perharinya. Sedangkan SPBU Tangen dengan omset 18-20 ton didominasi penjualan pertalite.

Menurut Supri, pada musim kemarau seperti sekarang ini, penjualan solar untuk pertanian juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Petani banyak yang butuh solar untuk bahan bakar alat penyedot air mereka, ” katanya. Namun khusus untuk petani, mereka harus dilengkapi dengan surat bila harus membeli solar untuk alat pertanian mereka. Supri mengungkapkan, SPBU Nglangon adalah yang paling lengkap lengkap di Sragen.

Supri juga mengungkapkan, adanya pengalihan arus kendaraan karena diperbaikinya Ring Road Sragen sementara belum memberi pengaruh terhadap penjualan BBM di SPBU Nglangon khususnya. Belum adanya pengaruh itu salah satunya karena perbaikan yang dilakukan masih jauh dari lokasi SPBU dan kendaraan-kendaraan berat dari arah Jakarta yang hendak menuju Surabaya atau Jawa Timur masih bisa melintas.

Namun, bila perbaikan sudah mendekati lokasi SPBU Nglangon, bisa dimungkinkan nantinya bakal membawa pengaruh pada omset penjualan. “Kalau nanti yang terpengaruh pasti penjualan solar, yang selama ini banyak dibutuhkan kendaraan-kendaraan besar yang melintas di Ring Road,” terangnya. Juga dengan truk tangki yang mungkin kesulitan masuk karena jalan diperbaiki.
Namun pihaknya sudah mendapatkan pemberitahuan dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, kalau ruas jalan menuju SPBU Nglangon tidak mungkin ditutup. Dari semua jenis bahan bakar dari Pertamina, hanya Pertamax Turbo yang tidak ada di tempat mereka, karena peminatnya kurang dan penguapannya tinggi. (Basuni Hariwoto)

Editor : Nindya Achmadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here