45 Bacalon Kades Tanon Siap Perangi Politik Uang

politik-uang-pilkades-tanon
PERANGI POLITIK UANG: Para bakal cakades di Kecamatan Tanon mengikuti FGD bersama Polres Sragen, di balai Desa Karangasem, pada Senin (5/8) malam. (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Para bakal calon kepala desa (cakades) siap memerangi money politic atau politi uang dalam Pemilihan Kepala Desa (pilkades), yang akan digelar serentak pada September mendatang.

Deklarasi ini muncul saat acara Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi grup terarah, yang diikuti 45 orang bakal cakades di Kecamatan Tanon, yang digelar di balai Desa Karangasem pada Senin (5/8) malam. Di Kecamatan Tanon, 15 dari 16 desa yang ada bakal menggelar pilkades. Kegiatan FGD itu dalam rangka menciptakan pilkades di Kecamatan Tanon yang aman dan kondusif.

Kabag Ops Polres Sragen AKP Y Trisnanto mengatakan, kegiatan sebagai bentuk sosialisasi pihak kepolisian dalam memerangi politik uang di pilkades serengak 2019. Kebetulan di Kecamatan Tanon ada 15 desa dengan 45 cakades yang akan bertarung, menyatakan siap dalam perangi politik uang.

“Para calon kades yang bertarung harus memberikan contoh yang baik dalam pilkades, sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar jujur dan amanah sesuai harapan masyarakat desa,” kata AKP Y Trisnanto.

Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno mengatakan, politik uang di pelaksanaan pilkades, masuk kategori suap. Tindakan ini bisa dijerat dengan tindak pidana hukum, karena antara yang memberi maupun yang menerima suap bisa dijerat pasal hukum. “Sebagai antisipasi adanya politik uang dalam pilkades, harus ada kesepakatan bersama antarcalon, bertarung fair dan dan menjaga kondusifitas wilayah,” kata AKP Harno.

Menurut dia, dalam upaya memerangi politik uang, dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang mendapatkan SK dari kepolisian. Satgas itu diambil dari masing-masing kader calon kades. Mereka saling mengawasi agar tak terjadi politik uang.

“Hanya saja untuk penanganan kasus money politik nantinya yang bisa diselesaikan kesepakatan antarcalon, Tapi bila kasusnya berat langsung dibawa ke ranah hukum,” tandas Kasat Reskrim.
Camat Tanon Suratman menjelaskan, sosialisasi antipolitik uang ini menindaklanjuti deklarasi antipolitik uang dalam pelaksanaan Pilkades 2019 yang dilakukan Bupati Sragen dengan para anggota Forkopimda Sragen. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here