Para Camat Bumi Sukowati Dapat Mobil Dinas Baru

mobil-dinas-camat-lurah-sragen
FOTO ILUSTRASI/tirto

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Para camat dipastikan akan mendapat mobil operasional baru pada tahun ini. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jateng sudah menganggarkan di Anggaran Penetapan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2019 senilai Rp 4,5 miliar. Asumsi harga kendaraan yang akan digunakan camat sekitar Rp 225 juta. Mobil yang dipilih adalah Toyota Avanza.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan, Pemkab Sragen memang menganggarkan 20 mobil di APBDP tahun ini. Sehingga seluruh 20 camat masing-masing akan mendapatkan kendaraan operasional baru. “Jadi sekalian semua camat mendapat mobil operasional baru. Mobil tersebut untuk operasional camat selama mereka bertugas di wilayah masing-masing, ” kata Sekda tatkala ditemui Senin (5/8).

Sekda mengungkapkan, pada APBDP 2019 ini Pemkab Sragen hanya menganggarkan untuk mobil dinas camat saja. Tidak ada pengadaan kendaraan operasional lainnya, baik kendaraan untuk Sekretariat Daerah (Setda) maupun Sekretariat DPRD. Untuk mobil operasional camat itu pengadaannya tidak dilakukan di Setda, tapi ada di masing-masing kecamatan.

Dia menyampaikan mobil baru yang nantinya digunakan yakni merek Toyota Avanza. Soal warna, sekda menekankan bahwa harus seragam di 20 kecamatan. ”Kalau warna kendaraan nanti terserah camat, mau warna apa yang dipilih biar rembugan dan kesepakatan mereka, tapi yang jelas harus seragam,” tandasnya. Menurut Sekda, pengadaan kendaraan dinas camat ini perlu, sebab kendaraan yang ada saat ini butuh peremajaan.

Lebih rajin

Kendaraan dinas camat yang lama yakni Suzuki APV sudah perlu peremajaan, sebab usia sudah 13 tahun. Bila kendaraan baru sudah datang, Pemkab Sragen berencana melelang mobil dinas lama tersebut melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Karena kendaraan tersebut dibeli dengan uang negara, Sekda meminta camat untuk menjaga dan merawat aset tersebut sebaik-baiknya. Dengan kendaraan baru, diharapkan kerja dan kinerja para camat bisa lebih optimal dalam mengayomi dan melayani warga di wilayahnya.

Sementara itu terpisah, Ketua Divisi Hukum dan HAM Forum Masyarakat (Formas) Sri Wahono tidak mempermasalahkan hal itu. Namun dia mengharapkan, setelah mendapatkan mobdin baru para camat lebih rajin lagi turun ke daerah dalam melayani para warganya. ”Jika dirasa perlu, silahkan dianggarkan, tapi camat juga harus kerja dengan lebih baik. Diharapkan mereka lebih sering turun ke daerah,” katanya. Wahono juga mengaku, sampai saat ini masih ada laporan terkait camat yang belum mau mblabak atau menempati rumah dinasnya. Menurut dia, hal ini perlu diperingatkan sebab dengan mblabak, mereka bisa lebih dekat dengan warganya. (Basuni Hariwoto)

Editor : Hartanto Gondes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here