Silat Boyolali Bertekad Kembalikan Kejayaan

ketua-ipsi-boyolali-Rony-Syaifullah
KETUA IPSI: Rony Syaifullah menjadi ketua terpilih Pengkab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Boyolali periode 2019-2023. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Rony Syaifullah Nakhodai Pengkab IPSI

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kalangan persilatan di Boyolali bertekad mengembalikan kejayaan mereka. Penataan organisasi dan pembinaan atlet bakal ditingkatkan guna meraih deretan prestasi yang pernah ditorehkan para pesilat Kota Susu itu pada tahun-tahun lalu.

‘’Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018, tim silat Boyolali hanya mendapat dua medali perunggu yakni dari Bagus di kelas tarung G putra dan duet Bella-Lintang di arena seni ganda putri. Kami bertekad membangkitkan kejayaan lagi,’’ kata Rony Syaifullah, ketua terpilih Pengkab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Boyolali, Selasa (6/8).

Padahal pada pesta olahraga terbesar se-Jateng itu tahun 2009, Boyolali menjadi juara umum dengan raihan tujuh medali emas. Lalu pada Porprov di Banyumas 2013, tim silat kabupaten di lereng gunung Merapi-Merbabu itu juga mengemas empat medali emas.

‘’Maka, ke depan kami bertekad mengembalikan kejayaan itu. Saya akan awali dengan menyusun kepengurusan dengan personel yang saling mendukung, lalu kami rancang pelatihan pelatih dan wasit pencak silat,’’ tutur pria yang juga Wakil Dekan I Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta tersebut.  

ipsi-boyolali-terbentuk
USAI MUSORKAB: Ketua terpilih Pengkab IPSI Boyolali, Rony Syaifullah (batik, tengah) berpose bersama panitia dan peserta usai Musorkab IPSI di ruang pertemuan Bawaslu Boyolali, Minggu (4/8). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyiono)

Aklamasi

Rony menakhodai IPSI Boyolali, menggantikan Sugiyanto yang masa baktinya telah berakhir. Dia terpilih secara aklamasi pada musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab) di ruang pertemuan Bawaslu setempat, Minggu (4/8). Sebelas dari 12 perguruan silat (satu di antaranya sebagai peninjau karena anggota baru) di Boyolali memberi kepercayaan kepada pelatih pelatnas pencak silat Asian Games 2018 itu, untuk memimpin IPSI periode 2019-2023. Bersama anggota formatur Taryono dan Warsono, dalam pekan ini dia akan menyusun struktur kepengurusan cabang beladiri tersebut.

‘’Saat berada di pelatnas, memang saya kurang waktu untuk turut mendukung pencak silat Boyolali di Porprov 2018. Maka sekarang saya ingin mengajak seluruh elemen silat untuk bersama-sama mengembangkan lagi,’’ ujar dia, yang periode lalu menjadi Wakil Ketua Pengkab IPSI Boyolali.

Saat ini, terdapat seorang pesilat dari Kota Susu yang masuk dalam pelatda pencak silat Jateng yakni Bagaskoro Sulistyo yang biasa bertarung di kelas J putra. Namun tidak ada atlet kabupaten tersebut yang masuk dalam pelatnas proyeksi ASEAN Games Filipina 2019.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here