Kenapa Seks Oral bisa berbahaya, Ini alasannya ? 

0
risiko-seks-oral
FOTO ILUSTRASI

 


DALAM RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) diatur juga soal hubungan seks yang bisa dikatakan menyimpang. Nah, apa itu skes yang tidak lazim. Jenis seks yang sudah menjadi rahasia umum itu adalah seks oral. 

Apa bahayanya, karena hubungan seperti ini dianggap berbahaya karena bisa menularkan virus dan bakteri ke tubuh bagi mereka yang melakukannya, baik secara sukarela maupun paksaan.

Menurut Ketua Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Hanny Nilasari sebagaimana dilansir dari Antara, Selasa (6/8/2019). Oral seks berbahaya karena menjadi pintu masuknya virus dan bakteri.

” Itu yang harus kita informasikan kepada masyarakat kalau jalur mulut itu bukan jalur yang aman,” ucapnya.

Dari dasar itu, tindakan memaksa pasangan melakukan seks oral dinilai sebagai suatu tindakan yang menyimpang yang perlu diatur lebih lanjut dalam RUU PKS.  Hann berharap saat UU tersebut disahkan, wanita bisa menolak apabila ada ajakan melakukan seks oral secara paksa. Sebab prilaku seks semacam itu dianggap berbahaya. 

 Hingga detik ini, tercatat ada penyakit dari infeksi hingga kanker yang sering dikaitkan dengan seks oral ini.

Lalu, apakah tidak ada alternatif lain mengurangi dampak berbahaya tertular penyakit dari aktivitas ini ?

Ini Alasanya 

Sebenarnya banyak praktisi mengungkap, risiko dari oral seks bisa dihindari dengan prilaku seks secara sehat. Namun demikian, risiko oral seks ini sebenarnya bisa ditekan apabila menggunakan proteksi seperti kondom. 

Sayangnya, berdasarkan laporan yang ada ada banyak laporan  pasangan yang merasa lebih suka tanpa menggunakan proteksi apapun.

Nah, berikut ini beberapa risiko oral seks yang berbahaya dirangkum dari detik :

1. Kanker tenggorokan

Seks oral berisiko menularkan human papillomavirus (HPV) yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan atau orofaringeal (bagian tengah tenggorokan). Studi tahun 2007 menunjukkan adanya peningkatan risiko akan kanker jenis tersebut pada orang yang melakukan seks oral setidaknya enam pasangan berbeda.

Baik pria maupun wanita bisa terkena infeksi ini. Berita baiknya adalah kanker tenggorokan yang disebabkan oleh HPV cenderung lebih mudah ditangani ketimbang yang disebabkan oleh merokok dan minum alkohol.


2. HIV

Meski relatif rendah risiko ketimbang seks melalui vagina atau anal, namun kita bisa tertular HIV (Human Imunodeficiency Virus) melalui seks oral. Terutama apabila saat mempraktikkannya tidak menggunakan proteksi sama sekali.

Risiko tertular HIV semakin meningkat juga apabila jika yang melakukan seks oral sedang sariawan atau ada luka, jika ejakulasi terjadi di dalam mulut, atau yang menerima seks oral mengidap penyakit menular seksual. Pada umumnya, risiko penularan seks oral ini lebih utama terjadi pada yang melakukan seks oral.

3. Herpes

Meski herpes genital dan oral disebabkan oleh strain virus herpes yang berbeda, namun tetap mungkin bagi virus manapun menginfeksi lokasi keeduanya. Sehingga sangat mungkin menularkan herpes melalui seks oral.

Berbeda dengan HIV, virus herpes bisa menyebar dari kedua pasangan saat melakukan oral seks. Penularan herpes saat seks oral sangat berbahaya, bahkan herpes adalah penyakit yang menular meski tanpa gejala.

4. Gonorrhea

Gonorrhea bisa ditularkan saat melakukan seks oral pada pria, dan baik keduanya bisa berisiko terkena penyakit tersebut. Masih sedikit penelitian yang menyebutkan bahwa penularan bisa terjadi saat melakukan seks oral pada wanita.

Risiko gonorrhea dalam seks oral pada wanita cukup kecil karena infeksi tidak mencapai serviks. Menggunakan kondom cukup efektif dalam mencegah penularan gonorrhea selama melakukan seks oral.

5. Chlamydia

Chlamydia merupakan salah satu penyakit menular seksual, dan jika tertular maka kedua belah pihak berisiko tinggi terkena penyakit tersebut. Risiko penularan chlamydia hampir sama seperti gonorrhea.

6. Sifilis

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang sangat mudah ditularkan melalui seks oral. Meski sifilis hanya bisa ditularkan apabila pengidapnya mengalami gejala selama tahap primer dan sekundernya, terkadang sariawan-sariawan yang tak sakit membuatnya terabaikan.

Oleh sebab itu, banyak orang yang tak mengetahui mereka memiliki gejala sifilis saat mereka menularkan ke pasangan mereka.

7. Hepatitis B

Penelitian soal hal ini masih belum dapat disimpulkan apakah hepatitis B benar-benar bisa ditularkan melalui seks oral. Namun kontak anal-oral merupakan faktor risiko infeksi hepatitis A, dan juga bagi hepatitis B. (Bs)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan