Korban Gugat Alfarizi, Berkas Dilimpahkan Kejaksaan

investasi-jamu-pt-kas-klaten.
MASKER MULUT: Alfarizi saat ditangkap Sat Reskrim Polres bulan lalu mengenakan penutup mulut. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

 

*Perkembangan Terkini Kasus Investasi Jamu

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sejumlah korban investasi jamu herbal PT Krishna Alam Sejahtera (KAS) bersiap menggugat Alfarizi (42) selaku direktur utama. Gugatan itu diajukan sebagai upaya agar uang mereka bisa kembali meskipun Alfarizi ditahan.
Joko Yunanto, selaku kuasa hukum beberapa korban investasi jamu PT KAS mengatakan, sudah ada empat orang yang menyerahkan kuasa kepada dirinya dan rekan pekan lalu.

” Baru empat orang dan kami sudah melakukan persiapan,” jelasnya, Rabu (7/8).

Pengacara senior itu mengatakan setelah mendapatkan kuasa, timnya sudah berkoordinasi ke penyidik Polres Klaten. Secara prinsip gugatan perdata tetap bisa berjalan meskipun proses pidana kasus itu juga berjalan. Persiapan menyusun gugatan sedang dilakukan dan jika sudah siap akan didaftarkan ke pengadilan.

Gugatan perdata merupakan jalan untuk mengembalikan uang para korban. Apabila hanya menunggu tersangka menyadari perbuatannya jelas membutuhkan waktu yang panjang dan belum tentu berhasil. Gugatan perdata nantinya bersifat person ke person sehingga tidak bisa massal. Selaku kuasa hukum, meskipun berkas sudah diserahkan ke penuntut umum pun, dirinya tetap bisa melakukan persiapan gugatan.

Setelah penyusunan gugatan selesai, gugatan akan secepatnya didaftarkan. Hanya kapan waktunya, kuasa hukum belum bisa memastikan.

Tahap Pertama

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Dicky Hermansyah mengatakan berkas perkara kasus investasi jamu herbal PT KAS dengan tersangka Alfarizi sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Klaten dua hari lalu. Pelimpahan berkas itu merupakan pelimpahan tahap pertama.

” Tinggal dicek oleh kejaksaan. Kalau dirasa lengkap selama 14 hari segera kami kirim tahap kedua,” katanya.

Dengan sudah diserahkan berkas ke kejaksaan, saat ini tergantung kejaksaan, termasuk penahanan tersangka. Apabila sudah dinyatakan lengkap, tersangka akan dikirim di tahap kedua. Kasus itu sementara hanya ada satu tersangka, yaitu Alfarizi dan belum ada penambahan. Jumlah saksi yang diperiksa ada enam orang dan saat ini masih ada laporan lain dalam kasus yang sama.

Sebelumnya diberitakan, Polres Klaten menangkap bos PT KAS, Alfarizi saat melarikan diri di Jawa Barat. Polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp 3,3 miliar, dokumen palsu, surat kendaraan dan lainnya.

Kasat Reskrim menambahkan berkas perkara kasus itu yang diserahkan ke kejaksaan setebal 500 halaman dengan tebal empat centimeter. Meskipun nantinya masyarakat ada yang menggugat perdata, tidak masalah. Sebab proses hukum pidana akan tetap berjalan. Gugatan perdata berkaitan dengan uang dan asetnya sementara pidana berkaitan dengan perbuatan tersangka mengumpulkan uangnya. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here