Pentingnya Bahasa Cinta Dalam Keluarga

0
51
Pentingnya-Bahasa-Cinta-Dalam-Keluarga
BERI CERAMAH : Ustadz Cahyadi Takariawan memberikan ceramah tentang Wonderfull Family di Masjid Agung Al Aqsha, Selasa (6/8).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Cara berkomunikasi yang kurang baik bisa memicu terjadinya konflik dalam keluarga. Jadi sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dalam keluarga untuk menjadikan suasana keluarga harmonis dan penuh kebahagiaan.

Hal itu ditegaskan pakar Parenting, Konselor Rumah Tangga dan Penulis Buku Wonderfull Family, Ustadz Cahyadi Takariawan pada silaturrahim tahunan yang diselenggarakan Forum Silaturrahim Majelis Ilmu Muslimah (Formima) Klaten di Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Selasa (6/8).

Dalam kegiatan yang dihadiri 420 anggota Formima itu sengaja dipilih tema ‘’Wonderfull Family’’ sesuai judul buku UStadz Cahyadi karena kondisi dalam keluarga sangat berpengaruh pada perkembangan anak dan keharmonisan dalam rumah tangga.

‘’Begitu pentingnya bahasa cinta dalam keluarga. Ada lima tipe bahasa cinta yang bisa membuat bahagia, yakni kata-kata apresiasi, waktu berkualitas, hadiah, tindakan pelayanan dan sentuhan fisik,’’ tegas Ustad Cahyadi.

Dia menambahkan, komunikasi yang tidak baik berdampak terjadinya konflik, contoh yang banyak terjadi adalah konflik antara mertua dengan menantu perempuan. Untuk menghindarinya, maka bahasa cinta sangat penting diterapkan dalam kehidupan berumah tangga.

Kasus Perselingkungan

‘’Bahasa cinta suami, kalau bisa menang tanpa ngasorake, tanpa menggunakan alat-alat ancaman atau kekerasan. Begitu juga dengan bahasa cinta istri, jangan sampai suami sudah memberi tapi tidak dianggap karena tidak sesuai dengan keinginan. Pada dasarnya, hasrat manusia adalah dicintai dan mencintai,’’ tegas dia.

Kasus perselingkuhan sering disebabkan karena ada tangki cinta yang kosong karena tidak cocok. Dia mengibaratkan mobil solar tapi malah diisi bensin, maka tidak akan bisa berjalan. Pasangan harus saling memahami bahasa cinta, bagi pengantin baru perlu tenggang waktu sekitar 3 tahun untuk mengerti sarti pujian, puisi dan pengakuan.

‘’Adanya waktu berkualitas dan berkesan, sering menemani dan kebersamaan sangat penting. Kadang ada yang menganggap lebih baik ada kamu, ada yang suka diikuti terus diajak kemana-mana, bisa jadi rumah berantakan tak penting asal ada kamu,’’ ujar Ustadz Cahyadi.

Adanya hadiah dari pasangan bisa mendatangkan kebahagiaan, ada pelayanan sehingga pasangan merasa dicintai, seperti ?dibuatkan teh atau masakan kesukaan juga dibantu dalam urusan rumah. Memang ada perbedaan antara bapak dengan ibu,  ibu itu multi peran bisa konsentrasi pada beberapa pekerjaan.

Bahasa Cinta

Bahasa sentuhan juga sangat penting, pasangan akan merasa disayang kalau dipeluk, digandeng dan lainnya. Dari kelima bahasa cinta itu yang dominan adalah yang terakhir yakni sentuhan karena harus hadir.

‘’Ada cara mendeteksi bahasa cinta pasangan, tanyakan mana yang suka, mengamati keseharian, diskusi dan bertanya langsung. Jika apa yang diingunkan tidak terpenuhi di rumah, maka terbuka peluang diisi orang lain dan memicu perselingkuhan,’’ tegas dia.

Tak hanya dengan pasangan, dengan mertua juga harus tahu bahasa cintanya, dengan melayani, membantu, juga dengan memberi hadiah atau oleh-oleh. Namun, tidak boleh bertanya apa bahasa cinta kepada anak, tapi lebih baik mengamati apa yang diinginkan.

Sementara itu, Sekretaris Formima Klaten Ana Sulistyorini mengatakan, kegiatan itu merupakan agenda silaturrahim rutin yang diselenggarakan setahun dua kali. Teman yang diangkat dinilai penting, karena kebahagiaan dalam keluarga menjadi fondasi dalam menghadapai masa depan generasi muda. Acara kali ini dihadiri 420 orang dari berbagai daerah di Klaten.(Merawati Sunantri)

Editor : Nindya Achmadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here