Relawan Larang Buang Limbah Kurban di Sungai

0
37
PASANG POSTER : Para relawan memasang poster agar tak membuang kotoran hewan kurban ke sungai di Desa Kalitengah, Wedi, Klaten, Rabu (7/8).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdekasolo.com– Puluhan relawan peduli sungai memasang poster ‘’Dilarang Membuang Sampah dan Mencuci Kotoran Hewan Kurban Di Sungai’’, Rabu (7/8). Poster larangan berukuran cukup besar itu dipajang di tepai Sungai Ujung yang berada di Kecamatan Wedi, Klaten, menjelang Hari Raya Idul Adha.

Himbauan itu sesuai dengan isi Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Surat Edaran Bupati Klaten nomor 658.1/670/25. Langkah itu dilakukan agar saat pemotongan hewan kurban tidak ada yang mencuci kotoran jerohan di sungai karena dapat mencemari sungai.

‘’Ada puluhan poster yang dipasang di desa-desa sepanjang Kali Ujung, mulai dari Desa Pandes, Kalitengah, Birit, Sukorejo, Pacalan dan Gadungan, semuanya di Kecamatan Wedi. Relawan dan komunitas peduli sungai bergotong royong masang poster,’’ kata Dika, salah satu relawan.

Aktifis Sekolah Sungai Klaten Arif Fuad Hidayah mengatakan, poster dipasang di puluhan titik yang biasanya digunakan warga untuk mencuci jerohan hewan kurban. Kebetulan di sekitar sungai ada komunitas peduli sungai yang ikut mengawasi kebersihan dan menjaga kelestarian sungai.
‘’Aksi peduli sungai itu melibatkan masyatakat dan komunitas dalam rangka mewujudkan kurban yang ramah lingkungan. Relawan berkumpul di cekdam Kuntulan, Wedi di dekat pasar hewan Wedi kemudian menyebar ke berbagai lokasi,’’ ujar Arif.

Biasanya, warga mencuci sekaligus membuang kotoran hewan kurban di sungai, karena praktis dan cepat. Menurutnya, sebagai alternatif untuk membuang kotoran hewan kurban bisa dibuat sumur resapan yang bisa ditutup kembali setelah selesai digunakan.

Surat Edaran

Sementara itu, Pemkab Klaten sudah mengeluarkan surat edaran (SE) berisi himbauan agar masyarakat tidak menggunakan plastik untuk membungkus daging kurban dan menggunakan bahan ramah lingkungan seperti besek atau daun.

Surat Edaran Nomor 658.1/670/25 tertanggal 24 Juli 2019 tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plastik itu ditandatangani Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi. Himbuan ditujukan kepada seluruh pimpina OPD, camat, instansi vertikal, kepala sekolah, takmir masjid dan komunitas sungai. (Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here