Siswa SMA Muh PK Sulap Biji Jali Jadi Liwet Rempah

Sulap-Biji-Jali-Jadi-Liwet-Rempah
OLAH JALI : Siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Reyhan Aryo Elka Putra mengolah biji jali menjadi jali liwet rempah kaya manfaat. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Selama ini biji jali hanya biasa dikenal sebagai bahan pembuat aksesoris. Namun di tangan siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Reyhan Aryo Elka Putra, biji jali  bisa diolah menjadi bahan pangan yang bergizi tinggi.
 
Siswa yang  tergabung dalam ekskul Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) tersebut berhasil mengubah biji jali menjadi sumber pangan yang kaya gizi dengan mengolah biji jali menjadi liwet jali rempah.
 
Inovasi itu berawal dari keprihatinan Reyhan tentang sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih mengandalkan beras sebagai bahan pokok pangan. Padahal, jaman dulu biji jali pernah menjadi salah satu sumber alternatif pangan. Namun, kini biji jali tidak banyak diingat karena orang zaman sekarang tidak lagi mengonsumsi biji-bijian berwarna putih tersebut. 
 
Padahal, kata Reyhan, berdasar literatur yang dibacanya, biji jali punya banyak manfaat untuk tubuh, mulai dari melancarkan buang air besar, pengontrol kadar gula hingga jadi obat tradisional untuk melawan kanker. 
 
“Biji jali ini sangat bagus apabila dikonsumsi bagi penderita diabetes karena dapat mengontrol gula darah,” paparnya. 
 
Untuk penderita diabetes,  biji jali memiliki kandungan gizi seperti prebiotik yakni beta-sitosterol yang bagus untuk mengendalikan kolesterol gula darah tubuh. 
Khasiat lainnya, jali bisa menjadi obat antikanker sehingga di China,  bebijian ini acap disebut sebagai China Pearl White karena biasa dipakai sebagai obat tradisional untuk kanker.
 
Untuk memperoleh mnfaat maksimal dari biji jali, Reyhan mengolah mengolah biji jali menjadi olahan semacam nasi liwet. Makanan bercitarasa gurih tersebut diharapkan mampu untuk memperkenalkan kembali jali ke masyarakat. 
“Saya ingin memperkenalkan kembali jali pada masyarakat, bahwa jali juga bisa dikonsumsi. Sekaligus menginformasikan adanya sumber karbohidrat pengganti nasi yang kandungan gizinya lebih baik.”
 
Ia berharap dengan mengolahnya jali menjadi jali liwet rempah ini nantinya akan dikembangkan lagi. “Dan tentunya dapat berguna bagi masyarakat luas,” tandas Reyhan Aryo. 
 
Inovasi biji jali ini mengantarkan Reyhan memenangkan lomba kreativitas dan inovasi dalam ajang Krenova 2019 kategori pelajar. Krenova adalah ajang Kreasi dan Inovasi yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan
Pengembangan Daerah (Bappeda) Surakarta. Reyhan telah melewati tahap seleksi proposal terlebih dahulu dan menjadi juara 1 dari  30 besar peserta perwakilan dari sekolah-sekolah di kota Surakarta.(Evie Kusnindya)
 
Editor : Budi Sarmun 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here