Tunggu Penlok Tol Solo Yogya : Desa Diminta Data Fasilitas Umum

tol-solo-yogya3
EXIT COLOMADU: Kendaraan melaju di exit tol Colomadu, kemarin. Jalur tersebut bakal dihubungkan langsung dengan tol Solo- Yogya. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

 

 
BOYOLALI,suaramerdekasolo.co — Pemkab Boyolali meminta Sembari menunggu penetapan lokasi (penlok) proyek tol Solo- Yogya, pemerintah desa diminta mendata fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Sehingga saat penetapan lokasi (penlok) disetujui, fasum dan fasos yang terkena tol sudah diketahui.

“Iya, jadi bisa diketahui lebih cepat fasum dan fasos yang terkena proyek itu. Seperti jalan, saluran air, makam,” ujar ujar Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Widodo Muniru Ahmadi.

Diakui, hingga kini pihaknya masih menunggu penetapan lokasi (penlok) yang akan disahkan Gubernur Jateng. Dia berharap SK penlok bisa disahkan pada pertengahan bulan Agustus ini.

“Kalau jadwalnya, ya pertengahan bulan ini.”

Exit tol

Yang ada saat ini barulah trase atau titik- titik yang akan dilalui. Dimana jalan tol Solo- Yogya bakal disambungkan langsung dengan exit tol Colomadu saat ini. Sehingga nantinya, exit tol Colomadu akan dihilangkan.
“Jalan tol dibuat diatas jadi tidak mengganggu jalan raya Solo- Semarang yang ada selama ini.”

Sedangkan exit tol akan digeser ke barat, yaitu di sebelah barat Mapolsek Banyudono. Nantinya, akan dibuat jalan masuk dan keluar yang baru. Untuk kendaraan dari arah timur atau Solo bisa langsung belok ke kiri masuk tol Solo- Yogya.

Namun untuk kendaraan dari arah barat, akan dibuat jalan baru disisi jalan raya sekarang yang masuk wilayah Desa Banyudono. Jalan ini memutar ke kanan atau selatan dan berada diatas jalan raya. Sehingga kendaraan yang akan masuk tol tak mengganggu arus lalu lintas di jalan raya Solo- Semarang.

Dari situ, jalan memanjang ke selatan melintasi pesawahan dan pemukiman di Desa Kuwiran. Kemudian membelok ke arah tenggara melewati kawasan pesawahan di Desa Jembungan. Lalu menyambung dengan jalan tol Solo- Yogya di wilayah Desa Sambon.
“Namun ya itu, lokasi pastinya masih menunggu penlok gubernur terlebih dahulu. Masyarakat kami himbau tetap tenang, nanti pasti ada sosialisasi menyeluruh,” tegasnya.

Penlok

Terpisah, Pemerintah Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono mengakui adanya perintah pendataan fasum dan fasos. Hanya saja, hal tersebut belum bisa dilakukan karna belum ada penlok.

“Kami siap melakukan pendataan. Hanya saja, itu belum bisa dilkukan karena belum ada penetapan lokasinya,” ujar Kadus III Desa Jembungan, Puji Wiyoto. 

Seperti diberitakan, sembilan desa di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Boyolali bakal dilintasi proyek jalan tol Solo- Yogya. Total luas lahan yang terkena proyek tersebut mencapai 119 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 80 hekare adalah lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Pemkab wajib mendukung kebijakan pusat tersebut. Dimana Pemkab Boyolali berkewajiban memfasilitasi penyediaan lahan yang sebagian besar adalah sawah. Selebihnya berupa tegalan dan permukiman.

Dijelaskan, kesembilan desa tersebut adalah, Desa Banyudono, Batan, Kuwiran, Sambon, dan Jembungan yang masuk Kecamatan Banyudono. Kemudian Desa Guwokajen, Bendosari, Jatirejo dan Kateguhan di Kecamatan Sawit. (Joko Murdowo)

Informasi Terkini 
1. Rencananya, exit tol Colomadu dihilangkan
2. Tol Solo- Yogya menyambung langsung exit tol Colomadu
3. Exit tol digeser ke sebelah barat Mapolsek Banyudono.
4. Exit dan jalan tol dibuat diatas jalan raya Solo- Semarang.

Sumber : Rangkuman Wawancara. 

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here