Pengukuhan Guru Besar Rektor UMS Istimewa

0
27
pengukuhan-guru-besar-rektor-ums
SAMPAIKAN PIDATO : Prof Dr Sofyan Anif M.Si saat menyampaikan pidato pada pengukuhan guru besar di Gedung Auditorium Muh Djazman Kampus I UMS, Kamis (8/8). (suaramerdekasolo.com/Ari Welianto)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Sofyan Anif M.Si dikukuhkan sebagai guru besar dalam Bidang Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. Pengukuhan Prof Dr Sofyan Anif M.Si dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya Ipteks dan Dikti Kemristekdikti, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. di Gedung Auditorium Muh Djazman Kampus I UMS, Kamis (8/8).

Ini merupakan pengukuhan guru besar UMS ke 25 dan ketiga di Bidang Manajemen Pendidikan FKIP UMS ini. Pada pengukuhan ini sangat istimewa, karena yang mengukuhkan itu Dirjen Sumber Daya Ipteks dan Dikti Kemristekdikti, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.

“Pengukuhan saya istimewa, biasanya yang mengukuhkan itu senat. Tapi langsung Pak Dirjen,. Ini baru sekarang ini memang,” terang dia, kemarin.

Keistimewaan kedua, yaitu dihadiri mantan-mantan rektor UMS dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tidak hanya itu saja, juga dihadiri alumni UMS yang sudah menjadi guru besar, seperti Prof Dr. Zakiyuddin M.Ag (Rektor IAIN Salatiga), Prof Dr Suparman Syukur (wakil rektor UIN Walisango Semarang), Prof Dr Tukiran MPd (Direktur Pasca Sarjaya UMP) dan Prof Dr. Sutama MPd (wakil dekan FKIP UMS).

Pada pidato pengukuhan guru besar, Sofyan Anif mengambil judul Pengembangan Sumberdaya Pendidik Berbasis Continuous Professional Development Pada Disruption Era. Ada beberapa alasan yang menjadi dasar pertimbangan, yaitu permasalahan pendidikan masih menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

SDM pendidikan memiliki peran yang strategis dan mewujudkan tujuan penadidikan nasional. Kemudian perkembangan era industri 4.0 telah menuntut pengembangan kompetensi SDM pendidik secara komprehensif untuk menghadapi tantangan pendidikan di era disrupsi

“Itu yang menjadi dasar pertimbangan dengan mengambil judul tersebut. Salah satu yang akan diangkat, dikatakannya, kondisi kompetensi guru dari berbagai survei yang menunjukkan masih dalam taraf belum optimal,” ujar dia.

Indonesia Emas

Menurutnya, di negara lain yang lebih maju sudah masuk di era revolusi industri 5.0. Maka persoalan pendidikan harus segera diselesaikan guna mewujudkan visi misi bangsa yaitu menuju Indonesia Emas tahun 2045.

“Untuk bisa menjadi Indonesia Emas maka Iptek harus berkembang. Baik buruknya bangsa juga tergantung dari guru, jadi harus bisa mengembangkan potensinya, wajib merubah mindset guru dan pejabat untuk mengikuti perkembangan era,” terang dia.

Dia, menilai salah satu alternatif model pengembangan kompetensi yang efektif untuk guru adalah model Continuous Professional Development (CPD). “Model itu sering disebut dengan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan dan terpadu. Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus mengembangkan kurikulum berbasis era disrupsi,” ujar dia. (Ari Welianto)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here