Puas Saat Ada Penempatan : Kiprah Founder Platform Lowongan Naker Difabel

0
15
Founder-ceo-Ruby-emir
FOTO DIRI : Founder dan CEO kerjabilitas.com, Ruby Emir. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Ruby Emir tergerak untuk melakukan sesuatu manakala melihat penyandang disabilitas yang acap kesulitan untuk mengakses kesempatan lowongan pekerjaan formal.  Founder dan CEO kerjabilitas.com itu ingin memberikan kesempatan yang sama bagi disabilitas untuk bisa bekerja di sektor formal.

Berangkat dari itulah  Ruby bersama rekannya mendirikan platform pencari tenaga kerja untuk penyandang disabilitas yang dinamai kerjabilitas.com.  

“Tidak hanya informasi lowongan kerja untuk penyandang difabel yang terbatas namun juga jenis pekerjaan yang tersedia untuk mereka tidak banyak.  Karena itulah kami tergerak membantu untuk membujuk supaya penyedia kerja, baik swasta, pemerintah, maupun UKM membuka kesempatan kerja yang setara buat penyandang difabel,” ujar Ruby ketika ditemui di Hotel Royal Heritage, Kamis (8/8).

Ruby bercerita, sangat sedikit lowongan pekerjaan untuk penyandang disabilitas yang terpasang di media-media mainstream.

Di satu sisi,  animo penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan sangat tinggi.  Namun lowongan yang tersedia untuk mereka sangat sedikit. Banyak perusahan yang enggan untuk menggunakan tenaga kerja dari kalangan difabel. 

Karena itulah,  platform yang didirikannya mencoba untuk menjembatani para difabel memperoleh kesempatan kerja. 

Kesadaran Rendah

Untuk memperoleh kesempatan kerja, tim Kerjabilitas.com rutin mencari informasi ke perusahaan-perusahaan yang bersedia mempekerjakan para difabel. Ia mengakui bukan hal yang gampang.Sebab, di lapangan, dengan berbagai alasan, masih banyak perusahaan yang enggan menggunakan jasa mereka.

“Alasan yang paling besar adalah stigma dan under estimate terhadap kemampuan difabel.  Alasan terbanyak kedua adalah alasan aksesibilitas yang terbatas dari penyandang difabel. Mereka enggan mengeluarkan biaya tambahan untuk aksesibilitas baik fisik dan nonfisik, ” kata Ruby. 

Dengan kondisi tersebut,  biasanya ia bersama tim melakukan sejumlah upaya negosiasi agar perusahaan bersedia menerima tenaga kerja dari difabel. Hal itu diakuinya cukup sulit karena kesadaran perusahaan terhadap isu disabilitas masih sangat rendah. Yang kedua,  ia bersama tim biasanya memaparkn sejumlah usulan terkait aksesibilitas sehingga perusahaan berkeyakinan untuk mempekerjakan difabel. 

“Sektor perbankan adalah salah satu yang paling banyak menyerap tenaga kerja difabel karena menyadari adanya aturan.  Sektor lain masih sulit ditembus. Yang juga cukup bnyak serapannya adalah industri skala menengah atau UMKM karena birokrasinya simpel,” kata Ruby. 

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here