Rolling Class Jadi Program Unggulan SD Muh PK

belajar-kelompok-SD-muhammadiyah-pk
BERKELOMPOK: Siswa mengajar yang dilaksanakan di kelas V SD Muhamamdiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo belajar secara berkelompok dalam rolling class. Sistem pembelajaran tersebut jadi program unggulan karena menjaga motivasi siswa. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Ada yang unik dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di kelas V SD Muhamamdiyah Program Khusus (PK) Kottabarat.      
 
Setelah mengikuti aktivitas pagi di masjid Kottabarat, yaitu salat duha, zikir, berdoa, dan menghafal Al quran, sebanyak 87 siswa kelas V terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dikemas dalam rolling class.
 
Andi Arfianto, salah satu guru kelas V menyampaikan bahwa kegiatan rolling class merupakan salah satu program unggulan yang diterapkan di kelas V. “Rolling class bertujuan untuk merawat semangat berlomba-lomba dalam berprestasi dan memudahkan guru dalam pengelolaan kelas” ungkapnya. 
 
Kegiatan pembelajaran dalam rolling class berdurasi waktu selama 2 jam pelajaran dimulai pukul 07.30 – 08.30. Rolling class terbagi dalam tiga kelas, yaitu kelas karakter, kelas kompeten dan kelas literat. 
 
Jumlah siswa setiap kelompok kelas bervariasi dan ditentukan berdasarkan rekapitulasi hasil nilai ulangan harian tematik. 
Hasil rekapitulasi nilai ulangan tersebut ,lanjutnya, menjadi acuan penentuan kelompok kelas selama satu bulan ke depan. Anggota kelompok kelas karakter merupakan siswa dengan perolehan rentang nilai atas, kelompok kelas kompeten dengan rentang nilai tengah dan kelompok kelas literat dengan rentang nilai bawah. 
 
Ia juga menambahkan bahwa Kegiatan rolling class juga untuk memperkaya materi tematik khususnya muatan pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA serta pembahasan soal bermuatan Higher Order Thinking Skill (HOTS).
 
Salah satu siswa kelas V, Carissa Ayla Salsabila mengaku termotivasi dan lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan rolling class. Ia termasuk salah satu siswa yang masuk dalam kelompok karakter.
 
“Saya dan teman-teman jadi merasa tertantang untuk terus belajar dan bekerja keras meraih hasil terbaik,” ujarnya.
 
Meskipun dibuat model rolling class, ia mengaku menikmati program tersebut dan tidak merasa tertekan. “Justru semakin meningkatkan semangat belajar,” katanya.  (Evie Kusnindya)
 
Editor : Budi Sarmun
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here