Hasil Rembug Daerah, KTNA Minta Proyek Tol Joglo Dikaji

0
929
ktna-klaten-kaji-tol-solo-yogya
PESERTA REMBUG: Peserta dari berbagai daerah mengikuti rembug paripurna KTNA Kabupaten Klaten di Dinas Pertanian, Kamis (8/8). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Klaten meminta pemerintah pusat dan daerah mengkaji benar rencana proyek jalan tol Jogja-Solo. Alasannya, sektor pertanian akan menjadi sektor paling terdampak.

” Yang jelas tol akan mengurangi luas lahan lestari yang sudah ada,” jelas Ketua KTNA Kabupaten Klaten, Wening Swasono, Jumat (9/8) usai rembug paripurna daerah.

Rembug paripurna KTNA yang dibuka Kamis (8/8) dihadiri pengurus kabupaten dan kecamatan. Rembug paripurna yang digelar di aula Dinas Pertanian Pemkab Klaten menghasilkan tiga agenda. Antara lain penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus 2014-2019, pemilihan pengurus 2019-2024 dan penyusunan program kerja lima tahunan.

 Wening melanjutkan, proyek jalan tol yang semakin santer itu tidak hanya akan berdampak pada berkurangnya lahan lestari, tetapi juga berpotensi mengganggu mata air dan saluran irigasi pertanian. Daerah Klaten, di wilayah utara dan tengah memiliki banyak mata air. Terutama di Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Kebonarum. Mata air itu tidak boleh terganggu dengan proyek tol sebab akibatnya bisa jangka panjang.

Tiga Rekomendasi

Dampaknya, kata Wening, bisa mempengaruhi produksi pertanian yang jangka panjangnya mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi petani. Padahal menurut informasi terakhir, proyek itu akan menyasar 45 desa dan sembilan wilayah kecamatan. Total luas lahan yang akan terkena mencapai 6.000 hektare yang di dalamnya termasuk lahan pertanian.

Mengingat dampak tersebut, KTNA meminta proyek itu dikaji ulang dan dianalisis dengan cermat. Baik menyangkut asas manfaat maupun kerugian yang ditimbulkan. Pada rembug daerah itu, KTNA juga memberikan tiga rekomendasi ke Pemkab Klaten. Yaitu agar Pemkab melaksanakan Perda Perlindungan Petani, mempertahankan lahan lestari dan mengendalikan alih fungsi lahan serta pembangunan sarana prasarana pertanian harus tepat sasaran.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemkab Klaten, Sunarna mengatakan soal rencana pembangunan jalan tol, Pemkab sudah memberikan saran dan masukan. Diantaranya agar proyek menghindari sumber-sumber air. ” Minimal menjauh 200 meter dari mata air,” katanya. Pemkab meminta ada pergeseran sebab berkaitan dengan mata air. Antara lain di beberapa mata air di Kecamatan Kebonarum. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here