Kapolresta Surakarta Digugat LP3HI

Ketua-LP3HI-Arif-Sahudi
TUNJUKKAN SURAT : Ketua LP3HI, Arif Sahudi menunjukkan surat permohonan pemeriksaan Praperadilan ke PN Surakarta tentang penanganan kasus tabrak lari di flyover Manahan, Solo, Jumat (9/8). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

 *Tak Segera Ungkap Pelaku Tabrak Lari di Flyover Manahan

SOLO,suaramerdekasolo.com Kasus tabrak lari yang menewaskan Retnoningtri (54) warga Kecamatan Serengan, pada 1 Juli 2019 lalu di flyover Manahan, Solo, Jateng saat ini masih suram. Sampai detik ini pelaku penabrakan belum terungkap jati dirinya.
Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) telah mengajukan gugatan praperadilan lantaran Polresta Surakarta kurang serius dalam menangani kasus tersebut.

“Kami melihat, Polisi kurang serius dalam penanganan kasus tabrak lari tersebut,” terang Ketua LP3HI, Arif Sahudi kepada wartawan, Jumat (9/8) siang.

LP3HI telah melayangkan Praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo sejak tanggal 5 Agustus lalu. Rencananya, sidang Praperadilan dengan memanggil perwakilan dari pihak Polresta Surakarta akan diselenggarakan pada Senin (12/8) mendatang.

“Senin (12/8) dimulai sidang praperadilan,” kata Arif.

Gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh pihak LP3HI, kata Arif, bernomor 01/ Pid.Pra/ 2019/ PN. Skt. Dalam surat tersebut, tertera pihak LP3HI sebagai pemohon menggugat Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia Cq. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Cq. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Cq. Kepolisian Resort Kota Surakarta sebagai termohon.

“Dalam kasus ini, saya merasa terpanggil untuk mendorong kinerja Polresta Surakarta dalam menegakkan hukum yang berlaku. Jangan terkesan tebang pilih dalam melakukan penanganan kasus. Apalagi, dari informasi yang saya dengar pelaku dan mobil sudah dikantongi identitasnya. Sehingga, apa yang mereka (Polisi) tunggu?,” beber Arif.

Tidak Ingin Gegabah

Waka Polresta Surakarta, AKBP Andy Rifai saat dikonfirmasi atas gugatan tersebut menjelaskan, pihaknya mempersilakan jika ada pihak-pihak yang melakukan gugatan hukum. Namun, untuk menghadapi itu pihaknya juga telah menyusun tim hukum khusus.

“Silakan kalau mau praperadilan. Kami sudah menyiapkan tim hukum,” kata Andy saat dikonfirmasi wartawan.

Tekait penanganan kasus tersebut, Andy mengaku, pihaknya tidak ingin gegabah dalam melakukan penyelidikan. Sehingga, dalam kasus penegakan hukum tidak salah.

“Terus kami upayakan. Penegakan hokum harus hati-hati jangan sampai salah orang, barang buktinya juga harus kuat,” katanya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here