Peringatan HUT Klaten, 23 Peserta Adu Fasih Lomba Panatacara

lomba-panatacara-klaten1
LOMBA PANATACARA : Dewan Kesenian Klaten menggelar lomba panatacara di RSPD Klaten, Jumat (9/8).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Ada 23 kontestan mengikuti lomba panatacara yang diselenggarakan Dewan Kesenian Kabupaten Klaten di Aula Broadband Learning Center (BLC) Telkom, komplek RSPD Klaten, Jumat (9/8). Semua mengadu kefasihan membawakan acara dalam bahasa Jawa.

Lomba yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Klaten ke-215 dan HUT RI ke-74 itu dibuka Ketua 4 Wankes Klaten, Wahyudi Martono. Hal itu merupakan bagian kegiatan Wankes dalam perkembangan sastra Jawa di Kabupaten Klaten.‘’Lomba panatacara untuk membangkitkan kemampuan berbahasa Jawa. Dewan Kesenian mempunyai Komite Sastra Jawa yang bertugas membantu pemerintah melestarikan seni budaya Jawa khususnya Sastra Jawa,’’ kata Wahyudi Martono.

Sastra Jawa sudah berkembang sejak lama. Dalam lomba panatacara tersebut, setiap peserta diberikan kesempatan untuk menempatkan dirinya sebagai seorang panatacara dalam suatu acara seperti hajatan.

‘’Di Klaten cukup banyak orang yang mumpuni dalam bidang panatacara, sehingga diyakini sastra Jawa di Klaten masih bagus. Karenanya, perlu dikembangkan lagi agar semakin banyak orang yang mempuni di bidang ini,’’ ujar Wahyudi Martono.

Dia menambahkan, bahwa di Klaten ada pawiyatan yang khusus mempelajari ilmu tentang menjadi panatacara yang baik, seperti Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani). Sedangkan, Dewan Kesenian mempunyai Komite Sastra Jawa yang bertugas melestarikan dan mengembangkan Sastra Jawa. 

Ketua Komite Sastra Jawa, Lanjar Puryanto mengatakan, peserta lomba panatacara adalah perwakilan dari kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten. Lomba bertujuan untuk melestarikan seni budaya Jawa di Kabupaten Klaten.

Panitia menghadirkan tiga orang dewan juri yakni Ngadi, guru Bahasa Jawa SMPN 2 Klaten, Ki Sumanto selaku Dwijo Permadani Klaten dan Ki Sunardi dosen Bahasa Jawa Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten. 
‘’Melalui lomba panatacara ini diharapkan, Sastra semakin berkembang di Kabupaten Klaten dan masyarakat semakin tertarik menggeluti Sastra Jawa dengan menggunakan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari,’’ ujar dia.(Merawati Sunantri)

Editor : Nindya Achmadi

 

 

Tinggalkan Pesan