Kehadiran Asuransi Online Perlu Dicermati

asuransi-online
TERBAIK : Agen asuransi terbaik dari 60 perusahaan asuransi se-Indonesia melakukan toast bersama di panggung, di acara Gala Dinner Top Agent Awards AAJI 2019 di Hotel Alila Solo, Jumat (8/8) malam. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Pelaku usaha asuransi jiwa perlu mencermati perubahan situasi, dengan hadirnya asuransi online yang sudah mulai marak ditawarkan di Indonesia. 
Meski jumlah pelakunya belum sebanyak asuransi konvensional, namun hal itu tetap perlu dicermati, karena secara langsung maupun tidak akan berdampak pada kanal pemasaran asuran yang sudah berjalan selama ini. 

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon, di sela acara Top Agent Awards (TAA) AAJI 2019 di Solo, Jumat (8/8) malam. 
Digelar selama dua hari, 7-8 Agustus, TAA AAJI 2019 mengundang seribuan agen asuransi jiwa terbaik dari 60 perusahaan asuransi se-Indonesia, untuk mengikuti acara yang digelar di dua lokasi. Yakni seminar dan pasar rakyat di De Tjolomadoe, Karanganyar, serta gala dinner dan penyerahan award di Hotel Alila Solo. 

Budi mengatakan, asuransi online belum menjadi tren di  Indonesia. “Tapi cepat atau lambat, disetujui atau tidak, itu pasti terjadi. Dan itu akan berpengaruh pada semua aspek di dalam  industri asuransi jiwa,” katanya. 

Sisi positif dari kehadiran asuransi online, menurut Budi, akan memunculkan kreativitas dan terobosan dari pelaku usaha dalam memasarkan produknya. 
“Semua pelaku industri, perlu sedikit guncangan. Kalau tidak, mereka tidak akan keluar dari zona nyaman. Tidak berinovasi dan kreatif. Memang, asuransi online belum massal. Tapi perlu disikapi,” lanjutnya.  

Dikatakannya, di beberapa negara maju, banyak asuransi online yang belum seberhasil asuransi konvensional dalam meraih pasar. Namun di China, ada asuransi online yang berhasil masuk ke peringkat tiga besar penjualan produk, hanya dengan pemasaran via online dan berbasis digital. 
Menurut Budi, ada segmen pasar yang lebih menyukai cara konvensional, di mana konsumen bertatap muka dengan agen pemasaran, untuk mendapatkan informasi produk secara detil, sebelum memutuskan untuk membeli polis asuransi. 

“Di Indonesia, masih terlalu dini untuk menyimpulkan, pasar akan mengarah ke mana. Berbasis online, atau masih membutuhkan jalur pemasaran tradisional,” ujarnya. 

Sementara itu, dalam penganugerahaan penghargaan agen terbaik di Hotel Alila Solo, terpilih tiga orang sebagai Top Agent Of The Year. Yakni Cindy Tjahyadi dari PT Prudential Life Assurance sebagai pemenang pertama, serta Indriadi Sasmita dari PT Equity Life Indonesia dan Theresia Tjokrosoeharto dari PT AIA Financial di peringkat kedua dan ketiga. 

Selain itu, sejumlah agen juga terpilih menjadi yang terbaik di sejumlah kategori, berdasarkan penilaian Dewan Juri TAA AAJI 2019. Mereka yang terpilih adalah yang berkinerja terbaik, selama tahun 2018 lalu. 
Budi Tampubolon mengatakan, agen asuransi terbaik telah memperlihatkan ketekunan, kegigihan, konsistensi, fokus dan kepeduliannya dalam membantu masyarakat merencanakan keuangannya di masa depan. 
“Award ini apresiasi terhadap kinerja agen yang telah bersemangat dan berdedikasi dalam menjalankan profesinya,” tuturnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here