Oh…, Nasib Sang Pahlawan Nasional Sultan Agung

0
303
pahlawan-nasional-sultan-agung1
KANCA KAJI : Keraton Surakarta memiliki Masjid Agung dengan berbagai komponen kelengkapan upacara keagamaannya, di antara abdidalem kanca kaji seperti yang diinisiasi kembali keberadaannya oleh Gusti Moeng, malam Jumat Legi (8/8) di Masjid Agung. Komponen kelembagaan takmir masjid itu salah satu karya inisiasi Sultan Agung Prabu Hanyakrakusumua. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)


*Haul Setelah 300-an tahun Wafat

KEJADIANNYA seperti dilukiskan dalam sepenggal lirik lagunya pedangdut kesohor Rhoma Irama, ”…..Kalau sudah tiada baru terasa….; Bahwa kehadiranya sungguh berbarga……,”. Nasib sang Raja Mataram Islam atau pendiri Kerajaan Mataram Islam yang bernama lengkap Sultan Agung Prabu Hanyakrawati itu, ada kemiripannya dengan yang dilukiskan sepenggal lirik tersebut. Sungguh kasihan.

Angan-angan melambung tinggi teringat pada nasib Sang Pahlawan Nasional, ketika mendengarkan lantunan gending ”Eman-eman” yang diperdengarkan lima swarawati dalam sajian seni santiswaran di pendapa kagungandalem Masjid Agung Keraton Surakarta, Kamis malam Jumat Legi (8/8). Sambil ikut bersimbuh bersama sekitar 500-an jamaah yang hadir malam itu, seakan ikut menangis meratapi nasib Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma, karena ternyata kebesaran namanya itu luput dari perhatian bangsa yang besar, yang sering dipersepsikan menjadi bangsa yang selalu menghargai jasa-jasa dan perjuangan para pahlawannya atau ”mikul dhuwur, mendhem jero”.

Sampai pada garis pemahaman itu sebagai bagian dari jamaah yang hadir pada malam itu, tentu kemudian bertanya-tanya, mengapa doa, tahlil dan zikir untuk Sang Pahlawan Nasional baru sekarang diadakan? Mengapa Keraton Mataram Surakarta baru sekarang mengadakan ungkapan doa itu? Mengapa Keraton Surakarta yang harus mengadakan doa, tahlil dan zikir untuk memperingati meninggalnya Sang Pahlawan Nasional nan besar bagi ”bangsa Jawa” khususnya, dan bagi siapa saja yang merasa mendapatkan pedoman hidup dari Sang Pahlawan?

pahlawan-nasional-sultan-agung2.jpg
DOA, TAHLIL DAN ZIKIR : Ungkapan doa, tahlil dan zikir dikumandangkan kalangan kerabat besar Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta di kagungandalem Masjid Agung, untuk mengenang wafat atau haul Sang Pahlawan Nasional Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma, malam Jumat Legi (8/8). (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Masih banyak rentetan pertanyaan yang bisa muncul, ketika mengingat siapa sosok tokoh Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma dan bagaimana peran dan jasa-jasanya terhadap bangsa di Nusantara ini. Serentetan pertanyaan itu, bisa muncul begitu saja setiap saat jauh lebih banyak, oleh warga bangsa ini secara luas yang hidup di alam milenial, di negara berpenduduk Islam terbesar yang demokratis sekarang ini.

Di Tengah Hiruk-pikuk

Halaman: First |1 | 2 | 3 | ... | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here