Sembuhkan Wasir, Dr Sugandi Manfaatkan Receiver Temukan Pembuluh Darah Bermasalah

0
74
sugandi-rski
TEKNOLOGI TERBARU : dr Sugandi Harjando ahli bedah dari Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI) Solo memanfaatkan teknologi modfikasi guna mendukung pengobatan penyakit wasir/ambien. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO, suaramerdekasolo.com – dr Sugandi Harjando SpB ahli bedah dari Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI) Solo memanfaatkan teknologi terbaru ( blue tooth/nir kabel) lebih hemat dan menguntungkan pasen saat pengobatan penyakit wasir/ambeien.  Baru-baru ini mantan direktur RSKI mengkombinasikan alat khusus berupa receiver yakni satu pesawat elektronika yang pengubah sinyal modulasi/ gelombang radio menjadi sinyal audio/getaran suara yang dapat di dengar oleh telinga.

Receiver ini disambungkan ke alat bernama Doppler Guided Haemrrhoidal Artery Ligation (DGHAL) yang dimasukkan ke dubur sekitar 2,5 cm untuk mengetahui /mendeteksi pembuluh darah bermasalah yang menyebabkan wasir/ambeien.

Hal itu secara singkat dijelaskan dr Sugandi saat ditemui suaramerdekasolo.com di ruang praktiknya. Sugandi melanjutkan, kombinasi dua peralatan canggih dalam(technologi tepat guna) dan luar negeri ini sudah terbukti keefektifannya, setelah dilakukan serangkaian uji coba.

Pihak RSKI melalui dr Sugandi pun sudah memanfaatkan alat ini dalam menangani pasien.Dari pengalaman yang ada, kombinasi alat-alat kedokteran ini memudahkan pasien tidak harus dioperasi/dilakukan luka sayatan

Gandi panggilan dr Sugandi menjelaskan, lewat alat ini, denyut pembuluh darah penyebab wasir/ambeien bisa dideteksi dg lebih jelas dibanding dg alat sebelumnya dan pembuluh darah langsung ditangani dg cara diikat/ligasi. Hanya butuh waktu kurang dari 40 menit menemukan pembuluh darah bermasalah, dibandingkan penggunaan alat lama (receiver) yang butuh waktu lebih lama. Setelah dilakukan penanganan, maka pasien dapat langsung segera pulang dan beraktivitas seperti biasanya.

Hasil Modifikasi

Teknik penerimaan sinyal pembuluh darah (receiver) serta alat DGHAL yang juga dikenal sebagai KM-25 tersebut didesain oleh ahli bedah Jepang yang bernama Kazumaza Morinaga pada tahun 1995 guna melakukan penyembuhan wasir. 

Teknik tersebut memang dipandang akan menguntungkan pasien karena pasien akan merasa lebih nyaman tanpa harus menahan rasa sakit akibat pembedahan yang dilakukan secara konvensional. Pemanfaatan receiver ini merupakan modifikasi alat yang sudah yang diprakarsai oleh seorang pengajar di Fakultas Teknik Elektro UKSW bernama Daniel Santoso dengan bekerja sama dengan dr Sugandi sendiri.

“Alat ini sederhana, portabel nir kabel dan amat memudahkan saat proses pengobatan. Alat ini sebagai pendukung pemeriksaan lebih hemat waktu untuk penanganan pasien jelas Daniel. (Budi Santoso)

Editor : Hartanto Gondes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here