30 Orang Jajal Rute Tour de Solo Raya

Rute-Tour-de-Solo-Raya
TES RUTE: Sejumlah peserta tes rute Tour de Solo Raya berkoordinasi di halaman Balai Kota Surakarta menjelang start, Sabtu (11/8).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Balap Sepeda Lintasi Tiga Wilayah

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sekitar tiga puluh pembalap menjajal rute balap sepeda Tour de Solo Raya 2019, Sabtu (10/8). Mereka melakukan start di halaman Balai Kota Surakarta pukul 06.10 dan finish di kawasan Solo Baru Sukoharjo lebih-kurang 11.20.

Beberapa ruas jalan di Solo dilalui, sebelum para peserta tes rute merambah wilayah Karanganyar. Usai melewati Jumatono, mereka melampaui tanjakan terjal di Matesih-Girilayu sepanjang lebih-kurang enam jam, kemudian turun lewat Karangpandan. Selanjutnya tim melintasi Waduk Lalung untuk menuju Sukoharjo.

‘’Butuh waktu sekitar lima jam untuk tes rute. Kami berhenti sekitar 15 menit di daerah Jumantono, karena ada peserta yang kecelakaan sekaligus cek point, sebelum melanjutkan perjalanan,’’ tutur road captain Tour de Solo Raya, Gunawan Indro, Minggu (11/8).

Rute yang disiapkan komunitas sepeda Gowes Bangsawan (Gobang) Solo Raya bagi para pembalap pada tur sehari 15 September mendatang itu, mencapai jarak sekitar 120 km. Gelar King of Mountain (KoM) dan Queen of Mountain (QoM) akan diberikan bagi pebalap putra dan putri yang tercepat menaklukkan tanjakan Girilayu.

Kondisi Bagus

Menurut Gunawan, secara umum kondisi jalan pada rute yang akan digunakan arena adu kebut tersebut dalam kondisi baik. Dia memerinci, 90 persen jalur tour itu berlapis aspal bagus. ‘’Memang ada beberapa bagian yang kurang bagus, sekitar 10 persen dari total rute, tetapi tidak ada masalah untuk dilewati balapan nanti,’’ ungkap dia.

Humas panitia Luwarno menyebut jumlah peserta yang akan bersaing sekitar 600 orang. Mereka terbagi atas kelompok di bawah 35 tahun (U35), master A (35-44 tahun), master B (45-54), veteran (55-64 tahun) dan legend (65 tahun ke atas), bagi pembalap putra. Khusus putri hanya dibuka satu kelompok, yakni women open.

‘’Ada juga kelas folding bike bagi para penggemar sepeda lipat,’’ tutur pensiunan camat di wilayah Boyolali tersebut.

Gunawan menambahkan, jalur tour tersebut nyaman dilintasi bagi para penghobi sepeda. Di sisi lain, keberadaan tanjakan Matesih-Girilayu sangat menantang bagi para pembalap. ‘’Peserta bersifat terbuka bagi para pemula, tetapi tidak untuk atlet balap sepeda yang telah malang-melintang di berbagai kejuaraan,’’ jelasnya.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here