Berskala Solo Raya, Sirkuit Panjat Tebing Ditawarkan ke Mapala

0
102
Sirkuit-Panjat-Tebing
LATIHAN: Seorang pemanjat berusaha menyelesaikan jalur lead dalam latihan di kompleks Stadion Manahan Solo, pekan lalu.(suaramerdekasolo.om/Setyo Wiyono)

 

SOLO,suaramerdekasolo.comSirkuit panjat tebing (SPT)  meredup selama beberapa tahun terakhir, bakal digelar lagi. Ajang kompetisi bagi para pemanjat pemula tersebut rencananya diselenggarakan Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta, awal September mendatang.

‘’Skala lombanya, Solo Raya. Federasi menawarkan ke kelompok mahasiswa pencinta alam (Mapala) untuk bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,’’ kata Sekretaris Pengkot FPTI, Yasin Tanaka, Minggu (11/8).

Jika ada kalangan Mapala yang mau bekerja sama, maka penyelenggaraannya diharapkan kembali terjadi seperti sirkuit-sirkuit panjat tebing pada waktu-waktu lalu, sebelum event rutin itu tersendat. Kegiatannya berkala, bisa digelar setiap triwulan atau kwartal.

‘’Tujuannya jelas, memacu munculnya potensi bibit-bibit atlet sejak dari pemula. Berdasarkan hasil rapat pengurus di Manahan, Jumat (9/8) lalu, pesertanya dikelompokkan untuk pelajar dan mapala/mahasiswa umum,’’ ungkap Yasin.

 

Lead dan Speed

Simpulan lain pada pertemuan tersebut, kategori yang akan dilombakan mencakup lead dan speed. Adu ketangguhan di papan boulder kemungkinan besar tidak dibuka atas pertimbangan tidak banyak daerah yang memiliki fasilitas boulder. Selain itu kendala keterbatasan matras.

Salah seorang pengurus bidang kompetisi FPTI setempat, Anang Hartono menambahkan, pihaknya sudah menawarkan kerja sama penyelenggaraan SPT tersebut kepada mapala. ‘’Ada mapala yang kelihatannya tertarik, tetapi mereka minta waktu untuk membahasnya dulu secara internal,’’ ujar dia.

Mengenai venue lomba, FPTI Kota Bengawan juga membuka diri. Papan panjat Solo Sport Climbing Center di kompleks Stadion Manahan, bisa digunakan. Namun jika ada mapala yang menghendaki pelaksanaannya di papan panjat kompleks kampus perguruan tingginya, juga dinilai tidak ada persoalan sepanjang memenuhi syarat untuk ajang kompetisi.

‘’Yang penting, sirkuit panjat tebing untuk pemanjat-pemanjat se-Solo Raya itu dapat kembali berlangsung. Pelaksanaannya nanti juga bisa bergiliran tempat, di wilayah kabupaten lain di eks Karesidenan Surakarta,’’ tandas Yasin.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here