Pesilat Jateng Raih Dua Emas di Singapura

0
56
Pesilat-Jateng-Raih-Emas-Singapura
PAMERKAN MEDALI: Para awak tim pencak silat Jateng memamerkan medali yang diraihnya pada ‘’7th Singapore Pencak Silat Open 2019’’ di Singapura, pekan lalu. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

 

*Pemanasan Hadapi Pra-PON Papua

SOLO,suaramerdekasolo.comTim pencak silat Jateng meraih dua medali emas, lima perak dan tiga perunggu di Singapura. Dela Kusumawati menjadi kampiun duel kelas C putri dan Faradlillah Rahma menjadi jawara kelas F putri. Secara keseluruhan terdapat sepuluh atlet pelatda dan seorang pesilat yunior yang diturunkan pada ajang bertajuk ‘’7th Singapore Pencak Silat Open 2019’’, Rabu-Jumat (7-9/8) lalu itu.

‘’Raihan itu sesuai perhitungan, mengingat tim Jateng belum masuk training camp (TC). Tapi anak-anak bertemu lawan-lawan tanding bagus, seperti atlet timnas Singapura dan Filipina, serta pelatda DKI Jakarta yang sudah menjalani TC,’’ kata pelatih tim Jateng, Haris Nugroho, Minggu (11/9).

Para pesilat itu merupakan bagian kerangka tim Pra-PON Jateng yang akan memburu tiket menuju Papua 2020. Kedati belum masuk TC, duel mereka ke Negeri Singa menjadi bagian try out.

‘’Akan ada sekali lagi try out dengan tim komplet. Pekan ini rencananya anak-anak mulai masuk TC,’’ tambah Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng, Indro Catur.

Banyak Kekurangan

Selain dua emas, tim yang didampingi pelatih Haris dan Slamet Harto tersebut juga merebut lima medali perak. Simbol juara kedua itu digenggam Slamet Riyadi di arena pertarungan kelas E putra, Triana Ragil (kelas D putri), Wildan Nur Dais (kelas H putra), M Risky (kelas I putra) dan Keiran Taruna Afresh (G putra pra yunior).

Sementara medali perunggu disabet Dewangga Agna (kelas D putra), Annas Rais (kelas G putra) dan Linggar UN (seni tunggal putra). ‘’Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Pembenahan akan dilakukan saat anak-anak masuk TC Pra-PON,’’ jelas Indro Catur yang juga salah seorang pelatih tim Jateng.

Haris menambahkan, pembenahan yang akan dilakukan antara lain mencakup peningkatan fisik dan teknik. Pematangan strategi bertarung serta mental duel para pesilat juga dibutuhkan, sebelum mereka maju ke Pra-PON yang hingga kini belum ditetapkan tempat dan waktu pelaksanaannya.(Setyo Wiyono)

 Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here