Pusat Siapkan CSR, Seratusan BUMDes Malah Bingung Pilih Usaha

0
bumdes-klaten
TOKO BUMDES: BUMDes Desa Beku, Kecamatan Karanganom mendirikan usaha toko swalayan di Jl Penggung-Karanganom. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Seratusan badan usaha milik desa (BUMDes) di Kabupaten Klaten masih kesulitan dalam memilih jenis usaha. BUMDes sebanyak itu sudah terbentuk tetapi belum ada usahanya.
” Rata-rata disebabkan masih bingung memilih jenis usaha,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Kabupaten Klaten, Jaka Purwanto, Minggu (11/8).

Menurutnya dari total 391 desa di Kabupaten Klaten, tahun 2018 terbentuk 228 BUMDes. Tahun 2019 jumlah BUMDes bertambah menjadi 294. Dari BUMDes sebanyak itu yang dikategorikan maju sebanyak tujuh BUMDes, 13 kategori berkembang, kategori tumbuh ada 115 dan kategori dasar ada 119.

BUMDes yang kategori dasar inilah yang kebingungan memilih usaha meskipun lembaga dan pengurusnya sudah ada. Kebingungan memilih jenis usaha itu diperparah dengan takut merugi sehingga usahanya tidak segera berjalan. Untuk kategori jenis ini, Dinas tidak tinggal diam dan terus mendampingi dan membantu pemecahan masalah.

Kegiatan workshop bagi BUMDes dasar pekan lalu usai dilaksanakan dan secara rutin digelar temu BUMDes. Acara itu selain untuk pembinaan, juga menjadi ajang berbagi antardesa. Baik desa yang belum membentuk, yang sudah BUMDes dasar, sudah aktif sampai yang BUMDes kategori maju.

Bisa Sharing

Mereka, kata Jaka, bisa saling sharing sehingga yang belum ada segera membentuk, yang dasar bisa menjadi tumbuh dan yang sudah tumbuh bisa menjadi maju. Temu BUMDes melibatkan Dinas lain sehingga BUMDes bisa sinkron dengan program Dinas lain.

Solusi lainnya, antarBUMDes bisa melaksanakan kerjasama. Dengan kerjasama, BUMDes yang bingung memilih usaha bisa belajar merintis kepada yang sudah tumbuh atau maju di sekitarnya. Kerjasama antarBUMDes itu sudah diatur Perda 1 Tahun 2018 tentang Pendirian dan Pengelolaan BUMDes.

Salah satu contoh yang sudah berjalan di Kecamatan Karanganom. Kepada desa yang belum membentuk BUMDes, Dinas mengimbau segera membentuk dan Dinas memberikan penampingan. Bahkan pemerinah pusat bersama sektor swasta siap mendampingi semua BUMDes.

” Pekan lalu ada forum CSR untuk BUMDes di Jakarta membahas soal itu,” tambahnya.

Beberapa perusahaan besar dan BUMN siap memberikan pendampingan memajukan. Menurut Kepala Desa Bolo Pleret, Kecamatan Juwiring, Catur Joko Nugroho ada baiknya BUMDes yang ada dan akan terbentuk didorong untuk bergerak di sektor pertanian. Baik obat, pupuk maupun sarana bidang pertanian. Sektor itu masih langka sebab di kecamatan selama ini hanya ada satu dan wilayah Kabupaten Klaten secara umum berbasis pertanian. (Achmad H)

Editor :Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan