Wabup Said : Idul Adha Saatnya Bangun Kesadaran Sosial

0
11
shalat-ied-boyolali
SAMBUTAN : Wakil Bupati M Said Hidayat memberikan sambutan dalam pelaksanaan shalat ied di Masjid Ageng Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali, Minggu (11/8). (suaramerdekasolo.com/dok)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.comHari Raya Idul Adha yang juga disebut Hari Raya Haji ini memilik makna untuk membangun kehidupan sosial bermasyarakat. Hari Raya Idul Adha ini semua mengandung makna ajaran kita semua bagaimana membangun semangat kesadaran, mempererat tali silaturahmi.

Hal itu Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat yang hadir menyampaikan sambutan agenda shalat Ied Pemkab Boyolali dipusatkan di Masjid Ageng Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali yang diikuti umat muslim tersebut pada Minggu (11/8). “Makna Hari Raya Idul Adha bagaimana tentang kesadaran bersosial kita hidup bermasyarakat,” terang Said.

Wabup menyampaikan agenda keagamanan rutin tahunan ini yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban pihaknya mengajak semau pihak dalam menjaga kerukunan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Boyolali kami mengajak untuk terus menjaga kerukunan di antara kita semua. Dalam semangat kerukunan menjalankan roda pembangunan ini dengan sebaik-baiknya,” tandasnya dalam acara ibadah sunnah umat muslim yang waktu itu diimami Daroji dari takmir Masjid setempat, sementara khatib oleh Asikin.

Sementara dalam khutbahnya, khotib Asikin menyampaikan agar kegiatan kurban dalam Idul Adha sebagai tanda sebagai hamba yang mampu menjalankan perintah. Umat Islam harus menjalankan kewajia dan perintah sesuai syariat sehingga kurban dalam setahun sekali pada hari Raya Idul Adha ini mempunyai dan memiliki makna yang mulia. Jadi umat Islam diminta mampu menjalankan kewajiban yang sudah diperintahkan apapun bentuk kewajiabn dan bagaimanapun caranya.

“Bilamana makna esensial berkurban mampu kita tangkap dengan baik, jadi berkurban bukan sekedar ritual tanpa makna, atau tradisi tanpa arti. Berkurban mampu dilandasi dengan benar karena semua datang dari Allah dan pasti akan kembali kepada Allah. Untuk itu apapun modelnya perintah Allah harus dilaksanakan sebaik-baiknya tanpa melihat untung rugi, enak dan tidak enak, mudah atau sulit maupun berat dan ringan,” tegas Asikin. (Budi Santoso)

Editor : Hartanto Gondes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here