FSKN ”Bubar” di Tengah Jalan, Lahirlah MAKN

0
55
Lahirlah-MAKN1
SELAKU SEKJEN : Gusti Moeng selaku Sekjen FKIKN saat duduk sederet dengan GKR Hemas (permaisuri Sultan HB X), sebelum memberi sambutan pada pembukaan FKN ke-11 Cirebon, 2017. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

 

*Sekjen FKIKN : ”Semua demi NKRI….”

BELUM lama ini, Denpasar, Bali, digelar pertemuan pimpinan masyarakat ada atau yang mewakilinya, yang sebagian besar eks anggota Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dan sisanya dari anggota Forum Komunikasi & Informasi Keraton se-Nusantara (FKIKN) yang seluruhnya berjumlah 43 kelembagaan msyarakat adat. Dalam forum musyawarah agung pertamanya yang difasilitasi Puri Denpasar itu, mereka yang bertemu bersepakat membuat wadah yang disebut Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Lalu, bagaimana dengan nasib FSKN? Bagaimana pula dengan nasib FSKN”T”? Mashi ada lagi, bagaimana halnya MARSI? Kemudian, bagaimana hubungannya dengan FKIKN?
Baik dalam konferensi pers yang digelar di Solo beberapa hari lalu, maupun ketika menjawab pertanyaan suaramerdekasolo.com tadi siang, KPH Eddy Wirabhumi selaku Ketua Harian MAKN terpilih menjelaskan, intinya semua yang hadir pada Musyawarah Agung 1 di Bali itu bersepakat melahirkan wadah tersebut, kemudian menyusun kepengurusannya.

Di antaranya, dirinya yang ditunjuk dan disepakati sebagai Ketua Harian, tetapi figur Ketua Umum yang diharapkan forum bisa dijabat Sultan Jogja Hamengku Buwono (HB) X atau siapapun yang ditunjuk mewakilinya termasuk dari Pura Pakualaman (Jogja), saat itu tidak ada yang hadir.

Lahirlah-MAKN2
BERSAHABAT AKRAB : Ketua Harian MAKN terpilih KPH Eddy Wirabhumi dan Sultah Kasepuhan ke-13 PRA Arif Natadiningrat, tampak bersahabat akrab saat sama-sama diwawancarai pers di FKN ke-8 di Kesultanan Buton (Sulsel), 2012. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

”Saat pertemuan di Bali ada yang mewakili (Jogja), tapi tidak mau ditunjuk. Menjadi tugas tim yang ditunjuk Dewan Kerajaan untuk ke Jogja guna menyampaikan keputusan musyawarah kepada Sri Sultan HB X dan Sri Paduka Paku Alam X. Agar jabatan Ketua Umum MAKN segera terisi. Biar saya sebagai ketua harian, yang menjalankan perintah Ketua Umum,” jelas KPH Eddy Wirabhumi menjelaskan.

Halaman: First |1 | 2 | 3 | ... | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here