Kisah Tiga Bersaudara Di Boyolali Hidup Kekurangan

0
222
Tiga-Bersaudara-Hidup-Kekurangan1
MEMASAK : Adik Teguh, Indah Puspitasari tengah memasak di dapurnya di Kampung Ngepreh, RT 5 RW 3 Kelurahan Kepoh, Sambi, Boyolali.(Suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo APL).

 

*Ayah Meninggal, Ibu Pergi Dengan Suami Baru

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com-  Nasib tiga bersaudara di Boyolali ini tergolong begitu memprihatinkan. Ayahnya Muntahan meninggal, sedangkan sang ibu pergi dengan suami baru. Tiga bersaudara itu adalah Teguh Waluyo (21), Indah Puspitasari (18) dan Dedi Prasetiyo (16). Ketiganya tinggal di rumah semi permanen di Kampung Ngepreh, RT 5 RW 3 Kelurahan Kepoh, Sambi, Boyolali. 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ketiganya hanya bisa mengandalkan bantuan. Baik dari tetangga, dermawan maupun dari pemerintah desa setempat. Sudah sejak puasa lalu, Teguh, Indah dan Dedi ditinggal sang ibu, Mulyati pergi. 

Mulyati yang selama ini bekerja sebagai seorang pemulung pergi bersama suami barunya. “Dia pamitnya mau pergi ke Jakarta. Dan sempat pulang mau mengajak adik saya, Indah tetapi tidak mau. Lalu pergi dan tidak pernah kembali,” kata Teguh, Senin (12/8). 

Teguh pun tidak bisa berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan adik-adiknya. Dia tidak mempunyai ijazah untuk mencari kerja. Ijazahnya masih tertahan di sekolah karena tidak mampu melunasi tunggakan bayaran sekolah. 

Teguh mengatakan, tunggakan biaya sekolah totalnya Rp 4,5 juta. Tetapi, dari pihak sekolah sudah memberikan dispensasi sebesar Rp 2 juta. Sehingga, kekurangannya masih Rp 2,5 juta. “Dulunya katanya ada yang mau mengambil, tapi belum jadi. Pihak sekolah sudah memberikan keringanan Rp 2 juta. Dan kekurangan saya Rp 2,5 juta. Saya juga tidak punya uang untuk membayarnya,” kata Teguh. 

Tiga-Bersaudara-Hidup-Kekurangan2
RUMAH SEDERHANA : Rumah Teguh terletak di Kampung Ngepreh, RT 5 RW 3 Kelurahan Kepoh, Sambi, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo APL)

Karena ketiadaan ijazah itu, Teguh pun hanya bisa bekerja seadanya saja. Kadang menjadi kuli bangunan, bertani, membantu bongkar rumah atau pekerjaan lainnya. Hanya saja, pekerjaan itu tidak setiap hari didapatkannya. Hanya saat ada tetangga yang membutuhkan tenaganya saja. 

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here