LDII, MTA dan Muhammadiyah Realisasikan Kurban Ramah Lingkungan

0
30
Kurban-Ramah-Lingkungan
PERAJIN BESEK : Perajin besek di Kecamatan Trucuk, Klaten kebanjiran order pada Idul Adha tahun ini.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

 

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Upaya merealisasikan kurban ramah lingkungan yang digalakkan relawan dan komunitas peduli sungai, Sekolah Sungai Klaten yang mendapat dukungan dari Kementerian Agama Klaten dan Dinas Lingkungan Kidup dan Kehutanan Klaten.

‘’Kurban ramah lingkungan sudah dilakukan antara lain oleh LDII, MTA dan Muhammadiyah, dengan tidak menggunakan plastik dan tidak mencuci jerohan di sungai. Alternatif yang banyak dipilih menggunakan besek, sampai perajin besek kehabisan stok,’’ ujar aktifis SSK, Arif Fuad Hidayah.

Arif mengutip penyataan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Klaten Sarjono, ada sekitar 300 masjid LDII yang sudah menggunakan besek untuk pembagian daging kurban. Warga LDII tidak lagi menggunakan plastik kresek untuk mengemas daging kurban.

Witono, pengurus Majelis Tafsir Alquran (MTA) Cabang Klaten juga mengatakan hal yang sama. Jamaah MTA sudah beberapa tahun terakhir tidak menggunakan plastik, mereka memakai besek dan daun untuk distribusi daging kurban. Tahun ini, pemotongan kurban dipusatkan di Makanhaji dan disitribusikan dengan besek.

Muhammadiyah tak ketinggalan. Iskak Sulistyo, salah satu Ketua Muhammadiyah Klaten mengatakan, beberapa masjid dan panitia kurban di lingkungan Muhammadiyah menggunakan besek dan plastik ramah lingkungan. Panitia kurban banyak menyampaikan hal itu melalui foto di grup whatsapp.

Pengurangan Sampah Plastik

‘’Pooling sederhana di akun facebook Info Seputar Klaten, banyak warganet merespon positif kurban ramah lingkungan, seperti dari kecamatan Kalikotes, Karanganom, Prambanan, Klaten Tengah, dan beberapa kecamatan lain. Mereka menyampaikan laporan kurban ramah lingkungan di wilayahnya,’’ ujar Arif.

Dukungan besar dari masyarakat juga muncul di twitter dan instagram. Tak mau ketinggalan, warga Pedan, Karangdowo, Bayat, Tulung, Jatinom, Manisrenggo, Gantiwarno, Jogonalan, dan kecamatan lain ikut berkomentar positif.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Srihadi mengatakan, tanggapan masyarakat pada ajakan kurban ramah lingkungan sangat luar biasa. Upaya pengurangan sampah plastik disambut masyarakat. Surat edaran Pemkab Klaten dan Kemenag Klaten ke OPD, Kades, takmir masjid, komunitas dan semua stakeholder mendapat sambutan positif.

‘’Sambutannya sangat positif, terbukti sudah banyak yang beralih dari plastik ke besek. Saking tingginya permintaan, para perajin besek sampai kehabisan barang. Plastik ramah lingkungan berbahan pati ketela juga habis,’’ ujar Srihadi.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun 

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here