Polisi Dikasih Waktu 1 Minggu Tetapkan Tersangka

0
21
TABUR BUNGA- Para Pemohon gugatan praperadilan usai sidang di PN Surakarta, melakukan tabur bunga di Overpass Manahan, Senin (12/8)
TABUR BUNGA- Para Pemohon gugatan praperadilan usai sidang di PN Surakarta, melakukan tabur bunga di Overpass Manahan, Senin (12/8)
*Kasus Tabrak Lari di Overpass Manahan Tak Segera Terungkap

SOLO, suaramerdekasolo.com– Hampir Satu setengah bulan kasus tabrak lari di overpass Manahan yang tidak segera terungkap pelakunya, berbuntut gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo dalam sidang di pengadilan, diberi tenggang waktu selama satu minggu untuk segera menetapkan siapa yang jadi pelaku atau tersangka tabrak lari.
 
Hal itu merupakan perintah majelis hakim tunggal, Pandu Budiono SH, dalam sidang gugatan praperadilan dengan termohon Kapolresta, Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko A Dahnieal, dan Pemberintah di PN Surakarta, Senin (12/8). 
 
Sidang pertama gugatan praperadilan yang diajukan Lembaga Pengawasan dan Penegakan Pengawalan Hukum Indonesia (LP3HI) dengan agenda pembacaan permohonan dan perdamaian tersebut disepakati dalam satu pekan pihak termohon atau Polresta Surakarta untuk menetapkan tersangka. 
 
Jika dalam sepekan tidak ada tersangka dalam kasus tabrak lari di Overpass Manahan yang menyebabkan Retnoning Tri (56) tewas tertabrak mobil yang kemudikan pelaku, gugatan praperadilan akan dilanjutkan.
 
Gugatan Dicabut
 
Kuasa Hukum LP3HI, Sigit Sudibyanto SH mengemukakan dalam sepekan apabila termohon dapat menetapkan tersangka tabrak lari di Overpass Manahan pada Senin (1/7) pagi, gugatan praperadilan akan dicabut. Akan tetapi, apabila dalam waktu yang sudah disepakati dengan Hakim Tunggal, Pandu Budiono, tidak ada penetapan tersangka maka proses hukum gugatan akan terus dilanjutkan.
Sigit menegaskan gugatannya berdasarkan pemberitaan di media yang menyebutkan Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Busroni, telah mengetahui identitas pelaku tabrak lari. Bahkan juga disebutkan ada tiga hingga empat orang didalam mobil yang diyakini jenis Toyota Yaris.
 
Dalam sidang, pemohon meminta kepada majelis hakim untuk menghadirkan Kasatlantas Polresta untuk hadir dalam sidang praperadilan sebagai saksi dalam perkara tersebut. Permintaan itu, dikabulkan majelis hakim untuk memanggil Kasatlantas Polresta dalam sidang pada Rabu (14/8).
Pihak termohon gugatan yakni Kapolresta diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk menyampaikan jawaban atas gugatan pemohon pada Selasa (13/8). Kemudian pada Rabu (14/8) dilanjutkan dengan sidang pembuktian.
 
Kasubag Hukum Polresta, Rini Pangestu usai sidang mengatakan termohon akan mengikuti jalannya proses praperadilan terkait kasus ini sesuai jadwal yang diagendakan majelis hakim. ”Besok diikuti saja proses praperadilannya,” urainya.
 
Menyoal majelis hakim akan memanggil Kasatlantas, menurutnya, hal itu sudah sesuai aturan. Adapun tentang atas batas waktu selama satu pekan, pihak kepolisian harus segera menetapkan tersangka, kata Kasubag Hukum, hal itu sudah diupayakan agar kasus ini segera terungkap siapa pelakunya. (Sri Hartanto)
 
Editor : Budi Sarmun
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here