RS UNS Buka Klinik Gagal Jantung

0
103
rumah-sakit-uns
PERIKSA JANTUNG : Para pasien tengah antri untuk memeriksa jantung di Klinik Gagal Jantung RS UNS yang baru dibuka. (Suaramerdekasolo.com/Ari Welianto)

*Kelima di Indonesia dan Pertama di Jateng

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Rumah Sakit (RS) UNS di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo terus melakukan pengembangan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Setelah sebelum membuka layanan vaksinasi meningitis meningococcal, sekarang membuka Klinik Gagal Jantung Sebelas Maret (Sebelas Maret Heart Failure Clinic/ HF Clinic), Senin (12/8).

“Alhamdulillah, kami telah membuka layanan khusus gagal jantung berupa Klinik Gagal Jantung bagi masyarakat. Klinik ini merupakan yang kelima di Indonesia dan mendapat pengakuan dari kelompok kerja gagal jantung PP Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI),” terang Ketua Staf Medis Fungsional Kelompok Kardiovaskular (SMF Kardiovaskular) RS UNS sekaligus pengampu Sebelas Maret HF Clinic, dr. Irnizarifka, Sp.JP, FIHA, kemarin.

Sebenarnya Klinik Gagal Jantung ini sudah dibuka sejak April lalu tapi baru di level prototype atau basic, layanan hanya dibuat pada hari-hari tertentu. Sekarang ini sudah diresmikan dan masuk pada level satu, dimana akan membuka layanan gagal jantung setiap hari bagi masyarakat. Pada klinik ini ada perawat dengan pelatihan khusus gagal jantung, dimana telah dikirim ke pusat jantung nasional Harapan Kita.

“Layanan kami buka setiap hari bagi masyarakat. Karena penyakit gagal jantung ini yang paling sering ditangani di Indonesia,” kata dia.

Menurutnya, di Indonesia untuk perawatan kembali masuk rumah sakit sebesar 17 persen, tapi disini bisa ditekan sampai 13 persen. Kemudian untuk tingkat kematian akibat gagal jantung sudah bisa ditekan jauh dibawah angka 0,5 persen.

Klinik Gagal Jantung

Sejauh pasien yang sudah berobat di Klinik Gagal Jantung RS UNS itu mencapai sekitar 800 orang sejak tahun 2017 lalu.

“Dari jumlah itu sekitar 75,3 persen pasien mengalami perbaikan subyektif dalam hal keluhan menjadi lebih baik atau tanpa keluhan sama sekali dan obyektif dalam hal dimana fungsi jantung kembali di atas 50 persen,” ungkapnya.

Layanan Klinik ini tersedia sebagai layanan lanjutan bagi pasien Klinik Jantung. Dimana pasien yang memeriksakan diri ke Klinik Jantung dan ditemukan masalah berat atau kegagalan fungsi dalam jantungnya dapat dirujuk ke Klinik Gagal Jantung Sebelas Maret.

“Faktornya itu banyak, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi yang terkontrol. Lalu diabetes atau penyakit gula, 80 persen dari pasien penyakit gula itu akan berakhir di gagal jantung, kemudian jantung koronel maupun jantung bawaan,” sambung dr. Habibie Arifianto, Sp.JP.(K), M.Kes., FIHA.

Terpisah Direktur RS UNS, Zainal Abidin menambahkan bangga dengan adanya layanan Klinik Gagal Jantung kelima di Indonesia, sekaligus yang pertama di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (Ari Welianto)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here