Tery dan Cindy Berpeluang Menuju Papua

0
12
pembalap-solo8
JELANG PEMANASAN: Pembalap Solo Annisa Destein Cindy Qiawati dan Shindu Ardiyanto mengapit asisten pelatih tim balap sepeda Jateng Agus Sadiyanto jelang pemanasan di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Rabu (17/7). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

 

*Pembalap Pelatda Sementara Dipulangkan

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pembalap muda Boyolali Terry Yudha dan Annisa Destein Cindy Qiawati dari Solo berpeluang menuju Papua  untuk mengikuti PON XX/2020. Terry menempati peringkat tujuh nomor individual road race (IRR) putra pada Pra-PON di Lubuk Linggau, Juli lalu.

Sementara Cindy menempati urutan sepuluh individual time trial (ITT) putri. Pada nomor-nomor tersebut, capaian kedua pembalap itu merupakan yang terbaik di kalangan pemblaap Jateng.

‘’Kalau mencermati hasil Pra-PON tersebut, mestinya Terry dan Cindy turut masuk tim inti Jateng untu PON Papua. Tapi sampai sekarang belum diputuskan, siapa saja yang masuk,’’ kata asisten tim pelatda balap sepeda Jateng, Agus Sadiyanto, Senin (12/8).

Pria yang juga pelatih tim Pengkot Ikatan Sport Indonesia (ISSI) Solo itu mengungkapkan, Jateng mendapat kuota delapan slot cabang balap sepeda dari hasil Pra-PON. Slot tersebut mencakup atlet-atlet untuk nomor-nomor jalan raya serta offroad. Nomor-nomor offroad itu adalah cross country, downhill dan BMX.

Dipulangkan Dulu

Menurut Agus, prestasi dan performa para pembalap lain Jateng di arena BMX dan downhill juga tergolong bagus. Maka jajaran pelatih dan pengurus Pengprov ISSI Jateng butuh waktu untuk mempertimbangkan, siapa saja pembalap yang akan mengisi kuota delapan slot tersebut.

‘’Misalnya ada dua pembalap BMX dan dua downhill yang masuk tim inti, maka masih ada sisa kuota untuk atlet jalan raya,’’ tutur dia.

Pada Pra-PON di Lubuk Linggau bulan lalu, sebenarnya Cindy tidak hanya beradu kebut di nomor ITT. Pelajar SMAN 7 Surakarta tersebut juga bersaing di lintasan IRR dan cross country.  Dia berada di urutn 14 saat bertarung di arena cross country. Sedangkan di jalur IRR, Cindy bercokol di urutan 18 dari seluruh atelt putri yang bersaing

‘’Untuk sementara, anak-anak pelatda sekarang dipulangkan dulu ke daerah masing-masing. Kapan mereka kembali sentralisasi, kami belum tahu. Tapi ada kemungkinan anak-anak yang masuk tim ini, latihan berikutnya bersama dengan awak pelatnas,’’ tambah dia.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here