Agro Expo Pertama Di Selo Boyolali, Pemkab Dorong Petani Muda

0
31
Agro-Expo-Selo
Agro Expo: Sejumlah warga mengunjungi stan saat gelaran Agro Expo I yang digelar di Dukuh Pasan, Senden, Selo, Boyolali, Selasa (13/8).(suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo Apl)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Dukuh Pasah, Senden, Selo, Boyolali menggelar Agro Expo yang pertama di tahun 2019. Gelaran bertemakan pertanian tersebut akan digelar selama tiga hari, mulai Selasa -Kamis (13-15/8) mendatang. Selain pameran produk pertanian, kegiatan ini juga untuk mendorong lahirnya para petani muda yang akan menjadi penerus pertanian di Kota Susu. 

Ketua Panitia Agro Expo, Sumarno menyampaikan, kegiatan ini tidak lain adalah sebagai upaya dalam menggali setiap potensi yang ada di Boyolali. Selain itu, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini juga untuk menciptakan peluang di sektor pertanian. 

“Ada berbagai kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai hari ini (kemarin) sampai besok (Kamis). Mulai dari lomba menggambar, menghias motor dan juga berbagai kegiatan lainnya. Kami ingin menggali potensi yang ada serta menciptakan peluang dari sektor pertanian,” terangnya, Selasa (13/8). 

Sumarno menambahkan, dalam gelaran Agro Expo yang pertama ini diikuti oleh 26 peserta. 20 diantaranya dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kelompok tani dan 6 lainnya dari perusahaan. 

“Semua kebutuhan untuk pembiayaan kegiatan ini dilakukan secara swadaya. Dan kami ini agar kegiatan ini bisa bermanfaat bagi warga serta dapat membangkitkan petani muda Indonesia,” ucapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Bambang Jiyanto mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Agro Expo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu kegiatan yang kreatif dari para petani yang ada di Selo Boyolali. 

“Ini menjadi inovasi pertanian yang dilakukan secara swadaya. Dan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi suri tauladan bagi daerah lain dalam memilih menu kegiatan dalam mengisi perayaan kemerdekaan ke 74 RI,” katanya. 

Bambang menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misi Presiden RI Joko Widodo dalam menjadikan Boyolali sebagai lumbung pangan. 

“Bawang putih tumbuh subur di kecamatan selo dengan produksi yang sangat tinggi. Sesungguhnya tidak muluk2 dan mengada-ada untuk menghadirkan sebuah destinasi wisata agro, sarana petani modern. Kemudian sebuah kawasan wisata edukasi, laboratorium,” katanya. 

Dengan adanya berbagai potensi tersebut, Bambang optimis para generasi muda akan tertarik dengan pertanian. Dengan begitu, para pemuda di desa akan menjadi penerus untuk bidang pertanian. (Ari Purnomo Apl)

Editor : Hartanto Gondes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here