Dokter, Bidan Dan Pengacara Jadi Target Baru Muzaki

0
muzaki-baznas-karanganyar
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com –  Baznas terus mencoba mengembangkan muzaki (orang yang berzakat) untuk ditarget di masa mendatang untuk menyalurkan dana zakatnya ke Baznas. Setelah sukses menggaet pensiunan, kini dokter, bidan, dan pengacara jadi target baru untuk menjadi muzaki.

Iskandar, Wakil Ketua Bidang Pentasyarufan mengatakan, Baznas akan mendekati organisasi profesi itu untuk mengmbau anggotanya menyalurkan zakat malnya ke Baznas. Dengan mendekati organisasi profesinya, diharapkan tidak gaji saja, namun penghasilan dari praktek mereka yang dizakati.

‘’Kita pilih jalur profesi karena lebih gampang misalnya melakukan sosialisasi. Memahamkan mereka pentingnya berzakat untuk membersihkan harta mereka yang dikonsumsi sehari-hari. Karena itu jika kesadaran sudah muncul, akan mudah,’’ kata dia, Rabu.

Dokter yang dia sasar tentu yang tidak di swasta, seperti yang ada di RS PKU Muhammadiyah. Dokter dan bidan di sana yang notabene sudah aktif di Muhammadiyah sudah ditangani Lazismu. Karena itu Baznas lebih banyak menyasar ke dokter pemerintah.

Hanya saja pendekatannya lewat jalur organisasi profesi seperti IDI, IBI dan lainnya. Cara itu dirasa lebih praktis, Baznas bisa mengundang dokter untuk disosialisasi lewat organisasi tersebut tentang keutamaan dan apa saja kiprah Baznas sehingga dokter tersebut lebih yakin.

Begitu pula tentang Bidan yang banyak di Puskesmas, dan di rumah sakit pemerintah. Menurut Iskandar itu jauh lebih mudah diajak, apalagi mereka juga ASN yang ada di bawah komando Bupati Karanganyar.

Dikatakannya, Baznas telah berhasil meyakinkan para pensiunan ASN di Karanganyar, sehingga mereka mau dipotong langsung hak pensiun yang mereka terima untuk diserahkan kw Baznas sebesar 2,5 persen.

‘’Dari sekitar 2.000-an anggota PWRI atau organisasi pensiunan (warakawuri, ada separohnya atau lenih dari 1.000 orang yang bersedia dipotong langsung untuk Baznas, dan sisanya ada yang berjanji menyerahkan langsung ada yang sudah menyerahkan zakatnya ke lembaga lain.

‘’Bagi kami tidak masalah sepanjang mereka sudah tumbuh kesadaran untuk berzakat, itu lebih penting. Tidak masalah disalurkan ke lembaga mana saja. Namun jika belum, Baznas siap menjadi lembaga penyalur, insya Allah syariah dan sesuai asnabnya,’’ kata Iskandar.

Selain dari para ASN dan pensiunan, kini lewat UPZ (unit pengumpul zakat) yang jumlahnya sekitar 900-an mereka juga mengumpulkan zakat dari masjid-masjid yang jumlahnya 2.467 unit masjid, dan juga sudah mulai banyak masyarakat umum yang menitipkan dana zakatnya ke Baznas.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan