Fenomena Pendatang Baru Ungguli Incumbent, DPW PAN Usulkan Kajian Mendalam

0
34
sekretaris-dpw-pan-jateng
FOTO DIRI : Sekretaris DPW PAN Jateng, Umar Hasyim. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)



* Anggota Dewan Baru Dengan Perolehan Suara Fantastis

SOLO,suaramerdekasolo.comSekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Jateng memandang kedatangan muka-muka baru diparlemen baik lokal, regional, maupun nasional menjadi fenomena baru pada Pileg 2019. Apalagi para wakil rakyat anyar ini memiliki perolehan suara yang fantastis, dan bahkan mengalahkan wakil rakyat sudah lama malang melintang di dunia perpolitikan.

Sekretaris DPW PAN Jateng Umar Hasyim secara pribadi mengakui ketangguhan anggota dewan baru dengan perolehan suara tinggi. Mereka patut dicontoh dan dirinya tidak segan-segan menimba ilmu kepada mereka

“Dinamika politik yang luar biasa. Wakil rakyat incumbent, seperti di Solo banyak yang tumbang. Saya akui pendatang baru memberikan warna di Solo ini,” kata Umar, Selasa (13/8).

Kekalahan para incumbent, bahkan petinggi partai di Solo dalam Pileg 2019 harus menjadi perhatian. Kekalahan ini perlu dikaji apakah figur yang bersangkutan tidak cukup dikenal publik, atau visi misinya tidak bisa diterima konstituen. Kebalikannya, kedatangan muka-muka baru ini karena mereka memang unggul dari sisi elektabilitas, ketokohan, sehingga ini perlu ada kajian-kajian.
“Orang baru kalahkan incumbent, ini faktanya. Khusus di  Solo perlu kajian, ada penelusuran. Ada Tim Khusus yang mengkajinya.  (Kita-red) perlu belajar, bila ada strategi muka baru yang pas, tepat, tentang kemasyarakatan,” imbuh sosok yang akrab di sapa UH.

Pendekatan Finansial

Namun apabila ternyata dalam pelaksanaan Pileg 2019, metode yang dipakai untuk mendongkrak perolehan suara dengan pendekatan finansial. Tentu saja, UH tidak merekomendasikan hal tersebut.
“Pendekatan finansial atau pakai (pendekatan) transaksional. Ya tentu saja kita tolak karena akan jadi preseden buruk. Karena bila pendekatan transaksional yang dipakai, bagaimana nanti mengemban amanah rakyat. Posisi kami ini tidak apriori loh, bukan ditujukan ke orang perorang tapi general,” ungkapnya.

UH menyarankan kepada DPD PAN Surakarta terus melakukan evaluasi sebab-sebab penurunan perolehan suara partai dan DPRD. Sebab PAN pada pileg lalu meraih sebanyak 21.000 suara dengan tiga kursi di DPRD Surakarta.
“Memang kita akui ada penurunan-penurunan baik perolehan suara dan kursi, karena melihat sistem yang dipakai pada pileg lalu memang berbeda,” imbuhnya. (Budi Santoso)

Editor : Hartanto Gondes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here