Keluarga Korban Tabrak Lari Dukung Gugatan Praperadilan

TABUR BUNGA- Para Pemohon gugatan praperadilan usai sidang di PN Surakarta, melakukan tabur bunga di Overpass Manahan, Senin (12/8)
TABUR BUNGA- Para Pemohon gugatan praperadilan usai sidang di PN Surakarta, melakukan tabur bunga di Overpass Manahan, Senin (12/8)

*Tak Segera Ungkap Pelaku,

SOLO, suaramerdekasolo.com – Keluarga korban tabrak lari memberikan dukungan penuh kepada Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) yang mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. 
Sebab keluarga almarhumah Retnoning Tri (56), sudah cukup lama menunggu kenapa kasus tabrak lari di Overpass, Manahan, pada Senin (1/7) sampai sekarang tidak terungkap pelakunya.

Hal tersebut diutarakan Harry Setiawan, anak kandung almarhumah Retnoning Tri saat dikonfirmasi pada Selasa (13/8). Harry juga menyampaikan berterima kasih kepada (LP3HI) yang membawa kasus tabrak lari yang menewaskan ibunya ke pengadilan. 
”Sebagai keluarga saya merasa terbantu, karena masalah yang muncul institusi penegak hukum kalau tidak ada tekanan dari luar kerjanya tidak cepat, dengan adanya praperadilan ini kami berhak pihak kepolisian bisa cepat kerja hingga pelaku dapat ditemukan,” jelasnya.
 
Meski keluarga telah mengikhlaskan kepergian Retnoning Tri, namun keluarganya menyayangkan kasus tersebut memakan waktu lama guna pengungkap pengemudi mobilnya. ”Kami sekeluarga cuma ingin supaya hukum bisa ditegakkan, soal pelaku yang saat ini masih kabur, itu urusan dia dengan Tuhan,” tegas Harry.
 
Pemberkasan
 
Putra almarhumah Retnoning Tri itu mengakui sudah didatangi petugas untuk menjelaskan perkembangan kasusnya. Harry mengatakan sekitar tiga pekan lalu ada petugas yang datang ke rumah memberitahu kalau petugas telah membentuk tim khusus untuk mengamankan pelaku. Pihak keluarga diminta untuk sabar dan membantu dengan dukungan doa.
 
Ditambahkan Harry, bahwa sepekan lalu juga ada anggota Satlantas Polresta Surakarta datang ke rumah di Kampung Selembaran RT 03 RW 03, Serengan memita SIM serta STNK kendaraan korban untuk pemberkasan. Aparat kepolisian juga menawarkan apakah keluarga berkenan membuat surat pernyataan yang intinya keluarga sudah ikhlas dan menyerahkan kasus ini kepada petugas.

”Setelah berdiskusi dengan keluarga lain akhirnya kami membuat surat pernyataan. Surat pernyataan sudah diberikan sewaktu ada anggota yang datang ke rumah pada, Senin (12/8),” urai Harry. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here