Polisi Tolak Gugatan Praperadilan LP3HI

gugatan-praperadilan-tabrak-lari-overpass-manahan
FOTO ILUSTRASI
 
*Kasus Tabrak Lari Di Overpass Manahan
 
SOLO, suaramerdekasolo.comPolresta Surakarta yang menyelidiki kasus tabrak lari di overpass Manahan, menolak gugatan praperadilan. Penolakan tersebut disampaikan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo yang diwakili Kasubag Hukum Polresta Surakarta, Iptu Rini Pangestu dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo pada Selasa (13/8) pagi.
 
Pihak Polresta Solo menolak gugatan proses praperadilan yang diajukan oleh Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) dengan alasan kasus tabrak lari yang menewaskan Ny Retnoning Tri (56) warga Serengan itu masih dalam penyelidikan.
 
Menurutnya, penyidik dalam mengusut kasus ini tidak berhenti untuk mengungkap siapa pelaku tabrak lari tersebut. ”Penanganan yang telah dilakukan petugas sudah sesuai prosedur dan hal itu sudah kami sampaikan dalam persidangan. Untuk itu, kami meminta majelis hakim menolak permohonan gugatan praperadilan seluruhnya,” jelasnya.
 
Keyakinan petugas bahwa permohonan praperadilan bakal ditolak hakim karena, lanjut Kasubag Hukum, saat ini penanganan kasusnya masih tahap penyelidikan atau belum dinaikan ke tingkat penyidikan. Apa yang disampaikan pemohon praperadilan tidak sesuai karena yang disampaikan kan penghentian penyidikan. Padahal kasusnya masih tahap penyelidikan, sehingga belum ada tahapan penghentian penyidikan,” tandasnya.
 
Siapkan Bukti 
 
Sehubungan kasus kecelakaan tersebut ada pihak yang mengajukan gugatan praperadilan, lanjut Rini Pangestu, Polresta Surakarta sedang menyiapkan berbagai bukti untuk mengungkap di persidangan yang akan dilanjutkan pada Rabu (13/8). Selain itu, kepolisian juga telah memeriksa seluruh kamera pengawas milik masyarakat untuk mengidentifikasi pengemudi mobil yang menabrak korban.
 
Adapun pemohon gugatan praperadilan yakni LP3HI yang diwakili Limar Siahaan, mengatakan jawaban dari termohon yang menolak permohonan gugatan dikarenakan proses penyelidikan masih berjalan. Pihaknya tidak menyoalkan hal itu dan memilih fokus pada proses praperadilan. ”Kami akan mengikuti jadwal sidang yang telah ditetapkan majelis hakim. Kami telah menyiapkan pembuktian dalam sidang berikutnya, termasuk pemohon gugatan rencananya akan menghadirkan saksi ahli dalam sidang selanjutnya,” urainya.
 
Menurutnya, Hakim Tunggal Pandu Budiono SH dalam sidang berikutnya telah menyampaikan bahwa surat pemanggilan kepada Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Busroni, sebagai saksi telah dikirimkan ke Polresta. Namun, hadir dan tidaknya Kasatlantas merupakan hak yang bersangkuan untuk menjelaskan perkaranya hingga sampa sejuah mana penanganannya. (Sri Hartanto)
 
Editor : Budi Sarmun
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here