Tim Voli Duduk Jajal Tim Jateng

STRATEGI: Para pemain tim voli duduk pelatnas NPCI mengerubuti asisten pelatih Matsuni yang memberi penjelasan soal strategi bermain di gedung olahraga Baturan, Colomadu. (Suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim voli duduk pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang sedang menjalani training camp (TC) di Solo, bakal menjajal tim NPCI Jateng. Pertandingan uji coba sesama tim difabel itu rencananya diselenggarakan sebelum Murdiyan dkk mengikuti turnamen internasional di Korea Selatan, 26 Agustus hingga 1 September mendatang.

“Jadi sebelum try out ke Korea, anak-anak dibekali duel sparring partner melawan tim voli duduk Jateng lebih dulu,’’ kata pelatih tim voli duduk NPCI Deddy Whinata, Selasa (13/8).

Skuad yang diproyeksikan untuk memburu medali emas pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 itu diperkuat empat pemain Jateng. Selain Murdiyan dan Raharjo (Solo), pemain lain asal eks-Karesidenan Surakarta adalah Purwadi (Sragen). Seorang lainnya atlet dari Kebumen, Sumarmo. Secara keseluruhan terdapat sebelas atlet yang menghuni pelatnas voli duduk yang biasa berlatih rutin di gedung olahraga Baturan, Colomadu tersebut.

Recieved

Deddy menambahkan, saat ini para atlet tersebut tengah digembleng dengan latihan pematangan tim. Problem penerimaan bola pertama atau received masih menghantui, meski semakin hari tercatat ada progres membaik.

“Kalau blok dan spike anak-anak relatif sudah bagus. Strategi penyerangan juga kian variatif. Tetapi kalau tidak didahului dengan received yang baik, tidak akan terjadi setting serangan yang mematikan,’’ ujar pria yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta itu.

Hingga saat ini, tim tersebut sangat minim latih tanding, di luar games antarteman. Satu-satunya pihak yang pernah diajak sebagai sparring partner adalah tim bola voli mahasiswa UNSm beberapa pekan lalu. Namun kalau mencari rival duel persahabatan dengan sesama tim difabel, bakal kesulitan.
“Tim Jatim atau Jabar pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016, sudah dibubarkan. Saat ini satu-satunya tim voli duduk yang mulai berkumpul ya anak-anak Jateng. Lebih-lebih mereka melakukan lathan secara berkala di Solo,’’ tutur Deddy.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here