Pembangunan Masjid Agung Mundur Lagi, Diperkirakan Desember

masjid-agung-karanganyar
MASJID AGUNG – Masjid Agung masih berdiri gagah. Pembangunan Masjid Agung baru molor lagi karena saat ini tengah memasuki tahap lelang manajemen konstruksi. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com  – Pembangunan Masjid Agung baru Karanganyar, Jateng yang diperkirakan menelan anggaran senilai Rp 101 miliar mundur ladi. Bupati Juliyatmono memperkirakan proses peletakan batu pertama akan dilakukan berbarengan dengan perayaan Idul Adha ternyata perencanaannya saja belum selesai. Masjid diperkirakan baru mulai dibangun paling cepat Desember.

‘’Ada beberapa pembenahan perencanaan, seperti gambar Masjid baru. Saya dan takmir sudah diundang tiga kali, dan semuanya beda, karena selalu ada masukan baru. Misalnya pagar, semula tidak ada, namun mungkin diberi pagar dan pintu untuk keamanan, misalnya jika terbuka rawan orang mabuk dan orang gila masuk. Juga habis ada konser di Alun-alun depannya, kondisi becek, penonton masuk masjid, jadi kotor,’’ kata Abdul Muid, Takmir masjid yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia Karanganyar, Rabu (14/8).

Ada pertimbangan lain, misalnya penempatan payung yang rencananya di depan, di sisi kanan dan kiri, yang nanti untuk keperluan jamaah dan juga untuk keindahan masjid. Harus dipikirkan kebutuhan listriknya, dan siapa yang mengelolanya sehari-hari.

Juga kantor-kantor yang ada di sekitar masjid. Mulai dari klinik, Agung Mart, kantor MUI, Baznas, yang saat ini ada di sekitar masjid. Kemana kantor-kantor itu akan dipindahkan, semua masih tanda tanya, sehingga tidak bisa dalam waktu sekarang serta merta dimulai.

Belum lagi memikirkan kelangsungan kegiatan jamaah selama masjid dibangun hampir tiga tahun. Kemana mereka akan dipindahkan. Ada banyak pengajian yang menyangkur ribuan jamaah. Jangan sampai seperti masjid lain yang setelah dibangun malah kosong tidak ada kegiatannya. Sehingga masjid malah menjadi monumen, yang seharusnya tambah makmur.

Proyek Prestisius

Asihno, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum yang mengawal proyek prestisius itu menolak dikatakan proyek mundur. Sebab meskipun paling cepat dimulai Desember, itu sudah sesuai dengan prosedur dan on the track.

‘’Prosesnya sendiri akan berjalan sekitar dua tahun, dan diharapkan proyek multi years itu selesai pada waktunya. Saat ini panitia tengah memasuki lelang manajemen konstruksi sehingga pemenang nanti akan memaparkan detail pelaksanaan pembangunan itu.’’

Dia mengatakan, pembangunan masjid memang tidak bisa disamakan dengan membangun gedung biasa. Sebab di situ masuk kepentingan umat dalam jangka panjang, sehingga semua harus dipikirkan sampai detail.

Asihno mengibaratkan sebuah mobil, maka warna catnya, ukuran bannya, lampunya, detail electroniknya, tempat duduknya, semua harus dipikirkan agar mendapatkan mobil yang nyaman. Nah, begitulah masjid itu nanti. Berapa kebutuhan listriknya, analisis dampak lalu lintas di depannya, agar tidak semrawut, tempat wudhunya, air limbahnya harus dibuang kemana, digunakan untuk apa,  semua harus ditata dari awal.

‘’Pokoknya mulai dari polisi, takmir masjid, pengelola harian, pemerintah, sampai masyarakat yang pernah memberikan donasi ke masjid, semua dimintai pendapat. Sehingga bisa dibayangkan betapa repotnya mengakomodasikan semua agar masuk pendapatnya, terakomodasi.’’

Dia juga harus memikirkan penghapusan aset, yakni bangunan lama yang mau tidak mau memiliki sejarah panjang sejak 1982, sehingga berapa dana masyarakat yang masuk ke masjid. Semua harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada yang bertanya, nasib donasi dia saat masjid lama, sekarang kemana.

Jadi penghapusan aset berupa masjid lama yang akan dirobohkan beserta bangunan pendukung yang ada di sekitarnya, tidak semudah itu asal roboh. Sebab harus dipertanggungjawabkan semua. Jangan sampai masyarakat kecewa.

Belum menyiapkan masjid pengganti. Meski itu bukan urusan Dinas PU namun harus tetap disiapkan, sebab itu menyangkut umat sehingga jangan sampai kekhawatiran tadi ditimpakan ke pelaksananya.

Karena itu tahapan saat ini adalah tahapan paling krusial, menunggu siapa yang memenangkan lelang manajemen konstruksi dan detail engineringnya. Pembangunannya tidak mudah, pertanggungjawabannya tidak saja pada manusia, namun langsung pada Tuhan.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here