Solo Arena Sprint Tour de Indonesia

0
98
Sprint-Tour-de-Indonesia
LINTASI SLAMET RIYADI: Rombongan pembalap melintasi jalan protokol Slamet Riyadi Solo pada Tour de Indonesia 2011. Tur serupa akan kembali melewati Kota Bengawan, Senin (19/8). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Balap Sepeda Borobudur-Bali

SOLO,suaramerdekasolo.com – Kota Solo bakal menjadi arena sprint kedua ajang balap sepeda Tour de Indonesia (TdI) 2019. Berdasarkan skedul lomba yang disusun panitia dari Pengurus Pusat Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PP ISSI), garis pencatatan sprint kedua itu berada di Jalan Slamet Riyadi, kawasan Sriwedari. Sedangkan sprint pertama di daerah Sleman.

Solo merupakan jalur yang dilintasi pada etape pertama, Senin (19/8). Ratusan pembalap akan start di kompleks Candi Borobudur sekitar pukul 09.00, Magelang, melintasi Sleman, Yogyakarta, Klaten, Kartasura, Solo, Sragen, serta finish di Ngawi. Total jarak etape pertama sekitar 186,4 kilometer.

‘’Mengingat pembalapnya sangat banyak, serta dalam kecepatan tinggi, maka kami akan berusaha mensterilkan jalan-jalan yang dilalui. Termasuk Jalan Slamet Riyadi yang merupakan tempat sprint kedua,’’ kata Kabid Olahraga pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surakarta, Suhanto.

Hal itu disampaikan pada rapat koordinasi dengan instansi terkait di jajaran Surakarta, Rabu (14/8). Hadir antara lain perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR), Polresta dan Kodim, Satpol Pamong Praja, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), serta KONI dan Pengkot ISSI Solo.

Proyek di Gladag

Wilayah Kota Bengawan yang akan dilintasi 20 tim dengan para pembalap dari 25 negara itu mulai dari Kleco. Selanjutnya sepanjang jalan protokol Slamet Riyadi hingga Gladag, belok kiri melewati Balai Kota menuju Pasar Gede. Lalu melintasi perempatan Panggung, Tugu Cembengan hingga Jurug.

‘’Panitia TdI berharap, kegiatan proyek pembangunan di kawasan Gladag dapat disterilkan dulu sementara saat rombongan pembalap. Maka kami berkoordinasi juga dengan DPUPR,’’ tambah Suhanto.

Guna mengamankan jalur saat rombongan melintas, maka persimpangan-persimpangan jalan akan ditutup dan dijaga petugas. Namun jajaran Dinas Perhubungan dan Polresta tak cukup personel untuk pengamanan itu.

‘’Maka kami akan minta bantuan pada pramuka dan petugas Linmas,’’ tutur Suhanto.

TdI akan menempuh lima etape, Senin-Jumat (19-23/8). Yakni Borobudur-Ngawi (184 km), Madiun-Batu (154 km), Batu-Jember (195 km), Jember-Banyuwangi (162 km), serta Gilimanuk-Gianyar (143 km).(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here