Timin, Pemain Pelatnas Asal Wonogiri Dengan Fisik Terbaik

0
34
KUASAI BOLA: Pemain pelatnas sepak bola CP NPCI Timin menguasai bola dibayangi seorang rekannya pada latihan di lapangan Baturan, Colomadu, Rabu (14/8). (Suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Timin, pemain pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) asal Wonogiri, kemampuan fisiknya terbaik di dalam timnya. Pemain belakang tim National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) itu menjadi yang paling unggul di antara 14 atlet difabel dalam skuad tersebut.

“Memang kemampuan fisik Timin, sejak awal paling baik di antara rekan-rekannya. Mungkin karena basic dia sebagai pelari jarak menengah. Cara bermain dia juga cukup lugas. Dia juga turut membawa tim Indonesia jadi merebut gelar juara single event sepak bola CP di Singapura,’’ kata pelatih tim pelatnas sepak bola CP, Anshar Ahmad.

Pada latihan fisik di lapangan Baturan, Colomadu, Rabu (14/8), Timin mencatatkan waktu 10 menit untuk menyelesaikan jogging sepanjang lebih-kurang dua kilometer. Para pemain lain, menurut asisten pelatih Afif Bayu, rata-rata butuh waktu 11-12 menit untuk menyelesaikan jarak yang sama. “Tapi secara umum, kemampuan fisik seluruh pemain dalam keadaan bagus. Mereka siap tanding dalam durasi laga, 2 x 30 menit sesuai ketentuan ‘7 a side football,’’ jelas Bayu.

Timin mengaku kondisinya terjaga karena gemar berolahraga sejak kecil. Ketika masih turun di atletik, sederet medali emas diraihnya. Dia merebut emas atletik nomor lari 800 dan 1.500 meter, serta perak estafet 4×400 meter klasifikasi T37 pada ASEAN Para Games (APG) 2011. “Kalau sedang tidak menjalani pelatnas, di rumah saya selalu rutin jogging,’’ tutur atlet kelahiran Wonogiri, 19 April 1982 itu.

Pendukung tim pelatnas sepak bola CP Pomo Warih Adi menambahkan, guna tetap menjaga kebugaran para pemain, mereka mengikuti program latihan sekali sepekan di fitnes center. ‘’Kami juga berencana mengajak para pemain lari lintas alam atau cross country, mungkin di daerah yang tak terlalu jauh dari Solo,’’ ungkapnya.

Sepak bola CP yang diproyeksikan memburu medali emas di ajang “7 a side football’’ APG Filipina 2019 itu mulai training camp (TC) di Solo, sejak Mei silam. Para atlet dari beberapa daerah di Tanah Air, termasuk Timin, Adi Joko Saputra (Solo) dan Sugiyatno (Sragen), ditempa berbagai materi fisik, teknik dan strategi bermain.(Setyo Wiyono)

Editor : Heru Susilo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here