Ups…Ibu-ibu di Wonogiri Minta Ade Rai Buka Baju

0
33
PAMER OTOT : Brand ambassador BPJS Kesehatan Ade Rai memamerkan ototnya untuk memberi motivasi kepada peserta sosialisasi program JKN/KIS dan Pola Hidup Sehat di pendapa Kabupaten Wonogiri, Rabu (14/8). (Suaramerdekasolo.comM/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Atlit Bina raga internasional, Ade Rai memukau ibu-ibu saat dihadirkan sebagai brand ambrassador BPJS Kesehatan di Pendapa Kabupaten Wonogiri, Kamis (14/8).  
Kegiatan sosialisasi program JKN/KIS dan Pola Hidup Sehat yang mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat itu, mendapat sambutan positif. Dalam kesmepatan itu, atlet bina raga internasional itu mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap pola hidup sehat.
“Untuk menjaga hidup sehat, harus dibarengi dengan pola makan yang sehat pula. Jangan terlalu banyak mengonsumsi gula dan lemak. Kita harus memerhatikan apa saja kandungan zat gizi yang masuk ke tubuh,” pesan Ade Rai. 
Dia mengingatkan, lemak karbohidrat dan gula yang dikonsumsi jangan sampai menumpuk dan berubah menjadi racun dalam tubuh. “Apalagi kalau malas berolah raga, penyakit kronis bisa menggerogoti akibat pola hidup yang tidak sehat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, para peserta meminta Ade Rai untuk membuka baju, memperlihatkan kebugaran tubuhnya. Atlet bernama lengkap I Gusti Agung Rai Kusuma Yudha itu pun menyanggupi permintaan para peserta.
Dia memperlihatkan otot-ototnya yang kekar untuk memberi motivasi kepada para peserta agar menjalankan pola hidup sehat. Alhasil, para peserta yang sebagian merupakan ibu-ibu terpesona dibuatnya. Beberapa dari mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk mengambil gambar.
Kesehatan menurutnya merupakan investasi yang sangat berharga dalam hidup. Kesehatan bisa diperoleh dengan berolah raga dan mengatur pola makan. “Makan sebelum terlalu lapar dan berhenti makan sebelum terlalu kenyang. Kapan waktu yang bagus untuk berolah raga? Yaitu sekarang,” katanya.
Sementara itu, kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Wonogiri Hariyatni mengungkapkan, jumlah peserta JKN/KIS di kabupaten tersebut mencapai 705.070 orang dari jumlah penduduk sebanyak 1.086.197 jiwa. Dengan demikian, jumlah peserta JKN/KIS di kabupaten itu berkisar 64,91%.
Hal itu menunjukkan masih ada sekitar 35,09% warga Wonogiri yang belum mengikuti JKN/KIS. “Sebagian dari mereka sebenarnya mampu menjadi peserta JKN/KIS mandiri. Tetapi mungkin karena kurangnya kesadaran, sehingga belum ikut sebagai peserta,” ujarnya. (Khalid Yogi)
 
Editor : Heru Susilo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here