Asisten I Pimpin Apel Hari Jadi ke-69 Provinsi Jateng

upacara-hut-jateng
UPACARA HUT JATENG : Pemkab Klaten menggelar upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jateng, Kamis (15/8). (suaramerdasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pemerintah Kabupaten Klaten, menggelar apel peringatan hari jadi ke-69 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Halaman Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (15/8). Asisten I Sekda Klaten, dr Rony Roekmito, MKes bertindak sebagai pemimoin uoacara.

Tampak hadir Asisten II Sekda Klaten Drs H Purwanto AC MSi, Asisten III Sekda Klaten Sri Winoto SH, staf ahli Bupati Klaten Ir Wahyu Prasetyo MSi, Drs Abdul Mursyid MT, H Joko Wiyono SSos MM,  Kepala Bappeda Sunarno SH, Kepala BKPPD Hj Surti Hartini SH Cn, Kepala Dinas Kominfo)l Drs H Amin Mustofa MSi, Kabag Humas H Wahyudi Martono SSos MM dan pejabat serta ASN di lingkungan Pemkab Klaten.

Dalam uoacara itu, Rony Roekmito membacakan sambutan Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP dengan Bahasa Jawa.

”Mari kita mendoakan almarhum KH Maimoen Zubair yang wafat di Mekkah pada 6 Agustus 2019. KH Maimoen Zubair yang merupakan tokoh kebangsaan dan nasionalis lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 28 Oktober 1928 dan meninggal dunia pada usia 90 tahun,” kata Ronny Roekmito.

Sambutan Gubernur menyinggung surat Fajar Jaka Surya asli warga Petarukan, Pemalang yang berisi ucapan terimakasih dari ibunya kepada Gubernur. Fajar adalah siswa baru SMKN Jateng yang telah mendapatkan seragam, tas, alat tulis, tempat tinggal dan makan semuanya gratis. Ibunya buruh tenun, single parent dengan 7. Gajinya menenun hanya Rp 23.000 seminggu. Dia tak mungkin melanjutkan pendidikan bila tak ada SMKN Jateng.

Fajar meminta Gubernur untuk membuka SMK seperti SMKN Jateng di seluruh Jawa Tengah. Gubernur menyatakan, siap membuka SMKN Jateng di seluruh kabupaten/kota di Jateng namun secara bertahap.

”Mulai tahun 2020 akan dicoba pendidikan gratis untuk siswa miskin tingkat SMA/SMK/SLB. Pemprov Jateng telah menyediakan anggaran Rp 1 triliun lebih untuk memastikan semua siswa miskin dapat sekolah secara gratis alias tidak membayar,” ujar Ronny mengutip sambutan Gubernur.

Angka kemiskinan di Jateng sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sejak Maret 2014 sampai Maret 2019 telah turun 1.093.220 orang.

Dalam sambutannya, Gubernur juga menyamoaikan rencana pembangunan Bandara Ahmad Yani Semarang, memberi insentif guru ngaji, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), memberi honor guru honorer sesuai UMK, penghargaan dari KPK dan potensi investasi di Jateng.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here