Diikuti 1.300 orang, Karnaval 3 KM untuk Memeriahkan HUT ke-74 RI

0
126
karnaval-hut-ri-3-km-karanganyar
KARNAVAL : Peserta karnaval di Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, mengenakan beragam kostum untuk menarik perhatian, termasuk kostum berbahan kertas koran, Kamis (15/8). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,  suaramerdekasolo.com – Berjalan kaki sejauh 3 km, melewati rute yang melintasi empat dari tujuh dusun di Desa Girimulyo, namun hati riang gembira. 
Itu yang terlihat saat warga Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, mengikuti karnaval dalam rangka menyambut HUT ke-74 RI, Kamis (15/8). 

Menampilkan beragam kesenian rakyat dan potensi wilayah, peserta karnaval berjalan kaki dari titik start di Lapangan Wisata Desa Girimulyo melintasi Dusun Potrojalu, Gentungan, Nglorok dan Plawan, hingga finish di balai desa. 

Beragam kostum unik ditampilkan, untuk menarik perhatian masyarakat. Salah satu yang menyita perhatian adalah kostum Koran Batik Carnival yang ditampilkan warga Dukuh Pomahan. 
Kostum berbahan dasar kertas koran itu dibentuk sedemikian rupa, hingga menyerupai kostum karnaval yang sering muncul di event-event seperti Solo Batik Carnival. 

“Capek, tapi senang. Ya ini dalam rangka memeriahkan HUT RI,” tutur Abdul, salah satu peserta karnaval. 

Kepala Desa Girimulyo Suparno mengatakan, karnaval tersebut merupakan salah satu dari rangkaian acara memeriahkan HUT ke-74 RI. 
“Ini untuk memunculkan kreativitas dan inovasi masyarakat, selain dalam rangka meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dan memperkuat semangat gotong royong,” tuturnya. 

Peserta karnaval, menurutnya, berasal dari tujuh dusun di Desa Girimulyo, serta siswa dari sejumlah sekolah yang ada di desa tersebut. “Ada 1.300-an orang yang berpartisipasi di acara ini,” katanya. 
Suparno menambahkan, puncak acara akan berlangsung pada 26 Agustus dengan menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk.

 “Sementara selama Agustus, setiap malam juga dilakukan penyalaan obor kemerdekaan di seluruh wilayah Girimulyo. Ada 4.500 obor yang dinyalakan, sebagai simbol semangat patriotisme yang tak pernah padam,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here