Jumlah Kurban Idul Adha Karanganyar Naik 15 Persen

sembelih-kurban
SEMBELIH KURBAN : Warga saat menyembelih korban di sebuah pelataran masjid di Kabupaten Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

 

*Total 5.515 Sapi dan 13.184 Kambing 

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Jumlah hewan kurban yang disembelih dan dibagikan ke fakir miskin di Karanganyar meningkat sekitar 15 persen saat Idul Adha lalu. Jumlah sapi yang disembelih mencapai 5.515 ekor dan kambing mencapai 13.184 ekor.

‘’Ada peningkatan dibandingkan tahun 2018 lalu. Saat itu sapi yang disembelih masjid-masjid mencapai  4.782 ekor dan kambingnya 11.289 ekor. Kalau diprosentase meningkat sekitar 15 persenan lebih. Ini menggembirakan, artinya kesadaran berbagi sesama meningkat. Semoga ini identik dengan meningkatnya iman dan taqwa,’’ kata Wiharso Pelaksana tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Karanganyar, Kamis.

Dia mengatakan, kesadaran berbagi itulah yang menggembirakan. Artinya sesama manusia begitu tinggi saling memperhatikan. Ini juga identik dengan zakat fitrah tahun ini yang juga meningkat, dari 21 ton menjadi hampir 25 ton.

Di tengah isu lesunya perekonomian itu kabar tersebut menjadi menggembirakan. Walau situasinya kurang bagus, tapi kesadaran masyarakat untuk berbagi tetap tinggi. Juga kesadaran beragama tumbuh subur dengan menjamurnya majlis taklim.

Fadhilah Berkurban

Ketua Dewan Masjid Indonesia Karanganyar, Abdul Muid mengatakan, kampungnya yang hanya ada dua masjid saja bisa menyembelih 11 ekor sapi dan belasan kambing. Setelah diberi tahu fadhilah berkurban yang sangat besar, satu masjid yang biasa lima sapi langsung menjadi tujuh ekor dan beberapa kambing.

‘’Masyarakat tergerak berkorban karena pahala yang begitu besar, dan ancaman jika mampu tapi tidak mau berkorban. Akhirnya mereka tergerak berkorban sapi untuk bertujuh, atau kambing yang mereka tuntun sendiri diserahkan ke masjid,’’ ungkapnya.

Kehidupan Keagamaan

Di sebuah masjid kecil di dekat Pasar Jaten saja sapi yang disembelih juga 7 ekor dan kambingnya 14 ekor. Masyarakat begitu antusias menyambut seruan berkurban tersebut. Mereka tidak ragu-ragu lagi bahwa dengan berkurban itu kehidupan keagamaan mereka semakin baik.

Muid mengatakan, jika dirata-rata dengan jumlah masjid yang ada di Karanganyar sebesar 2.467 masjid baik masjid besar maupun mushola di desa-desa, maka setiap masjid minimal berkurban dua ekor sapi dan tiga ekor kambing.

‘’Saya berharap kondisi ini akan terus membaik seiring dengan tumbuhnya kesadaran untuk berbagi dengan sesama, sehingga kondisi negeri ini makin sejahtera di masa depan. Sehingga masyarakatnya pun meraih adil dan makmur.’’

Tentang pembagian kurban yang sampai ricuh karena antrean, tahun ini juga makin menipis dan hampir tidak ada lagi terdengar berita ricuh karena antrean mengambil daging atau zakat. Masyarakat juga sadar ketika diberi tahu dagingakan diantar ke rumah oleh petugas masjid. Ada memang yang masih keliling mencari daging kurban dari masjid ke masjid, namun itu sedikit.

Yang perlu semakin digencarkan adalah himbauan untuk tidak menggunakan plastik untuk membagi daging dan menggantikan dengan besek bambu. Itu yang belum tersosialisasikan. Masyarakat masih mencari mudah dengan membagi daging di tas plastik. Selain tidak sehat itu akan membuat lingkungan tercemar. Itu yang harus terus disosialisasikan.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here