Khofifah Dorong Mahasiswa Baru Utamakan Toleransi

mahasiswa-baru-utamakan-toleransi
KULIAH UMUM:Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memberikan kuliah umum di Auditorium UNS. Ia mengajak mahasiswa baru UNS mengedepankan toleransi. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya
SOLO,suaramerdekasolo.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengajak mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk membangun sikap toleransi dengan menjaga lingkungan sekitarnya agar terbangun harmoni dan saling menghormati
perbedaan.
Hal itu disampaikan Gubernur  saat memberikan kuliah umum untuk mahasiswa baru di Auditorium UNS.  
”Mahasiswa baru  yang rentang usianya masuk generasi Z komitmen keindonesiaannya harus kuat. Nasionalismenya kuat.  Penuh toleransi dan moderasi sehingga dapat menghasilkan  karya yang luar biasa untuk bangsa dan negara,” kata Khofifah di hadapan mahasiswa peserta program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2019.
 
Khofifah mengemukakan, membangun sikap toleransi di kalangan generasi muda sangatlah penting. Sebab merujuk hasil penelitian UIN Syarif Hidayatullah di 34 provinsi, sekitar 33 persen generasi Z ini cenderung memiliki sikap intoleransi. Karena itulah ia menegaskan jika hal ini perlu menjadi konsen semua pihak.
 
Di hadapan mahasiswa baru (Maru) tahun akademik 2019/2020 yang, orang nomor satu di Provinsi Jatim tersebut mengatakan bahwa kuliah umum yang diberikannya fokus untuk para generasi Z.
 
Yaitu generasi yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010. Generasi ini memiliki tipologi yang berbeda jika dibandingkan generasi Alfa yang lahir setelah tahun 2011 serta dengan generasi sebelumnya yaitu generasi old dan now. Dalam kesempatan itu Khofifah juga mendorong mahasiswa untuk mengukir prestasi kebangsaan seperti yang telah dilakukan oleh generasi sebelumnya.
 
“Generasi old yaitu angkatan Bung Karno di usianya yang ke-29 tahun sudah berani mendirikan partai. Kemudian Bung Hatta diusianya yang ke-24 tahun juga berani mendirikan pergerakan perhimpunan Indonesia. Yang ingin saya sampaikan kepada generasi Z yang usia tertinggi mereka hari ini 24 tahun yaitu banyak sekali tokoh-tokoh generasi old yang mengukir sejarah kebangsaan Indonesia,” ujarnya. (Evie Kusnindya) 
 
Editor : Budi Sarmun 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here