Soal Wacana Kebijakan Mendikbud Rotasi Guru, Solo Sudah Laksanakan Sejak 2015

rotasi-guru
FOTO ILUSTRASI
SOLO,suaramerdekasolo.com – Rotasi guru yang direncanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak hanya sekadar wacana. Kebijakan Mendikbud yang rencananya  akan diterapkan mulai 2020 itu ternyata sudah diterapkan di Kota Solo jauh sebelumnya, tepatnya 2015 silam.  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta sudah menerapkan kebijakan tersebut sejak 2015, bersamaan dengan penerapan sistem zonasi pada sekolah. 
 
Kepala Disdik Kota Surakarta, Etty Retnowati menjelaskan rotasi guru di Kota Bengawan sudah berlangsung 2015 lalu. Kebijakan tersebut menyasar guru yang sudah mengajar lebih dari 20 tahun. Kemudian dilanjutkan guru yang sudah mengajar selama 15 tahun.
 
“Sekarang semua guru mengajar di sekolah hampir empat tahun. Kecuali guru yang sudah memasuki masa pensiun tidak disentuh,” sambungnya.
 
Rencananya, tahun ini akan dilakukan lagi rotasi guru. Etty menyebut tujuan rotasi guru adalah pemerataan kualitas, menambah wawasan guru, dan menularkan virus positif di sekolah yang baru.
“Misalnya guru SMPN 1 sudah disebar semua. Semua guru baru dari sekolah lain. Jadi tidak ada guru yang dari awal sampai pensiun di satu sekolah. Bisa menambah rekan baru juga,” imbuhnya.
 
Kepala Bidang SMP Disdik Kota Surakarta, Bambang Wahyono menambahkan dengan rotasi guru sekaligus mendekatkan lokasi sekolah dengan domisilinya.
“Ini akan mengurangi kejenuhan. Juga menghapus paradigma adanya guru senior,” paparnya. 
 
Salah satu contohnya adalah kakak ipar Presiden Jokowi, Haryanto tak luput dari kebijakan tersebut 
“Benar, Pak Haryanto dirotasi sejak angkatan pertama, 2015 lalu. Awalnya di SMPN 19 dipindah ke SMPN 10. Karena dia sudah 30 tahun di SMPN 19. Saat ini dia sudah mengajar tiga sampai empat tahun di SMPN 10,” katanya. (Evie Kusnindya)
 
Editor : Heru Susilo
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here